
foto: Ketegangan memuncak di semifinal Liga Champions, saat Inigo Martinez diduga meludah pada Francesco Acerbi, memicu keributan di lapangan. (The Sun)
JawaPos.com - Francesco Acerbi dilaporkan sangat marah pada bek Barcelona, Inigo Martinez, setelah penalti Hakan Calhanoglu, yang membawa Inter Milan unggul 2-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions, 5-3 secara agregat. Namun, kemarahan Acerbi semakin jelas setelah video menunjukkan bahwa Martinez tampak meludah ke arah Acerbi saat berlari melewati pemain Inter tersebut untuk merayakan gol.
Kemarahan Acerbi langsung terlihat setelah gol penalti tersebut, namun baru kemudian terungkap apa yang memicu emosinya. Pemain Barcelona tersebut tampak meludah pada Acerbi, yang sedang merayakan gol tersebut, dan insiden itu terekam kamera.
Wasit Szymon Marciniak berbicara dengan pihak VAR, namun tidak ada keputusan tegas yang diambil karena insiden tersebut tidak dapat diidentifikasi dengan jelas pada saat itu, yang membuat Martinez tidak dihukum kartu merah.
UEFA masih berpeluang untuk mengambil tindakan disipliner terhadap Inigo Martinez terkait perilaku tidak sportif ini. Jika insiden tersebut terlewatkan dan Inter tersingkir dari Liga Champions, kegagalan VAR untuk mengidentifikasi pelanggaran itu akan menjadi sorotan besar.
Inter akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 7-6 secara agregat, setelah kemenangan 5-4 di babak perpanjangan waktu. Insiden ini terjadi sesaat sebelum jeda, ketika Calhanoglu menggandakan keunggulan Inter lewat tendangan penalti. Saat Calhanoglu menendang bola ke pojok bawah gawang, Acerbi berlari melewati Martinez untuk merayakan gol tersebut.
Namun, setelah pertandingan berakhir, tayangan ulang menunjukkan bahwa Martinez, yang merupakan pemain internasional Spanyol, tampak meludah ke arah Acerbi.
Acerbi yang marah langsung bereaksi, dan harus ditahan oleh rekan-rekannya serta gelandang Barcelona, Pedri, sementara dia menunjuk ke arah Martinez.
Insiden ini tampaknya menjadi pemicu ketegangan yang terjadi di ruang ganti, dengan emosi para pemain Inter dan Barcelona memuncak. Pada saat yang sama, siaran televisi menunjukkan bahwa VAR sedang memeriksa kemungkinan kartu merah, tetapi pemeriksaan tersebut cepat selesai tanpa keputusan apa pun.
VAR kemungkinan tidak melihat dengan jelas arah ludah Martinez ke Acerbi, jika tidak wasit Marciniak akan diminta untuk melihat ulang insiden tersebut. Para pemain Barcelona juga kesal dengan keputusan VAR yang memberikan penalti untuk Inter setelah Pau Cubarsi dianggap melakukan pelanggaran terhadap Lautaro Martinez di dalam kotak penalti.
Wasit Marciniak awalnya membiarkan permainan berlanjut setelah melihat tantangan tersebut di lapangan.
Dengan hasil ini, Inter melaju ke final Liga Champions, setelah memenangkan laga epik ini dengan agregat 7-6. Barcelona hampir meraih kemenangan, namun Acerbi yang mencetak gol penyama kedudukan membawa pertandingan ke perpanjangan waktu, di mana Davide Frattesi akhirnya mencetak gol penentu kemenangan untuk Inter.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
