Pelatih Juventus Thiago Motta.
JawaPos.com - Thiago Motta sudah dipecat oleh Juventus beberapa waktu lalu. Sempat bungkam, ia akhirnya angkat bicara soal situasi yang sebenarnya terjadi.
Posisi Juventus sejatinya tidak mengecewakan bersama Motta. Tim Zebra hanya tertinggal satu angka dari zona Liga Champions.
Yang menjadi masalah adalah performa dua laga sebelum pemecatan. Di mana Si Nyonya Tua kalah memalukan 0-4 dari Atalanta dan 0-3 melawan Fiorentina.
Sang pelatih berujar dua kekalahan tersebut memang menyakitkan. Namun, ia berharap manajemen memberinya waktu lebih lama mengingat perubahan dan dinamika yang terjadi dalam tim.
“Juventus harus memberi saya lebih banyak waktu meskipun dua laga terakhir buruk dan para direktur secara sah memilih jalan lain,” ucap Thiago Motta kepada Corriere della Sera.
“Kami tertinggal satu poin dari posisi keempat yang merupakan target utama yang ditetapkan di awal musim. Saya kecewa karena tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Saya akan mengubah banyak hal, mengubah pilihan dalam dua laga terakhir,” ia menambahkan.
Muncul banyak isu terkait pemecatan mantan penggawa timnas Italia. Salah satunya soal ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan CEO klub, Cristiano Giuntoli.
Isu lain yang sempat hangat jadi perbincangan tentang ucapan tak pantasnya terhadap wonderkid Juventus, Kenan Yildiz. Ia pernah menyebut sang pemain bukanlah Lionel Messi.
Dua masalah tersebut rupanya membuat mantan nakhoda Bologna terganggu. Dengan tegas ia mengatakan itu merupakan kebohongan.
“Saya tidak menerima kebohongan apa pun yang diucapkan tentang pekerjaan yang saya lakukan. Dengan tim baru yang dilanda cedera kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target,” ungkap pemilik nama lengkap Thiago Motta Santon Olivares.
“Siapa pun yang mengatakan saya memiliki masalah personal adalah bohong. Saya berhubungan baik dengan semua pemain, saya tidak bertengkar dengan Giuntoli, dan saya tidak pernah mengatakan Yildiz bukan Messi,” pungkas mantan pemain Inter Milan ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
