
Thiago Motta saat mendampingi Juventus. (Dok. Juventus)
JawaPos.com- Masa kepemimpinan Thiago Motta di Juventus berakhir dengan cepat dan penuh kontroversi. Mantan pelatih Bologna ini hanya bertahan delapan bulan di Turin sebelum akhirnya dipecat. Selain hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir, gaya kepemimpinannya yang dianggap kaku dan kurang menghargai pemain turut berperan dalam kepergiannya.
Motta dikenal sebagai sosok yang tegas, tetapi pendekatannya justru membuatnya tidak disukai oleh para pemain. Beberapa keputusan kontroversialnya, seperti cara ia menangani Nicolo Fagioli dan Danilo yang didorong keluar dari klub pada Januari lalu, menambah ketegangan di ruang ganti. Akibatnya, tidak ada reaksi emosional dari para pemain setelah pemecatannya, yang menunjukkan minimnya dukungan terhadapnya.
Salah satu insiden yang mencerminkan pendekatan kerasnya terjadi saat sesi latihan, seperti yang diungkap oleh jurnalis Italia, Sandro Sabatini. Dalam podcast ‘Calcio Selvaggio’, Sabatini menceritakan bagaimana Motta memperlakukan Kenan Yildiz dengan kata-kata yang kurang menyenangkan.
"Yildiz tiba-tiba kehilangan tempat dalam hierarki Motta. Dia adalah pemain muda yang sering dipindah-pindahkan posisinya. Dalam salah satu sesi latihan, Motta mengatakan kepadanya, ‘Siapa yang kamu pikir kamu ini? Kamu bukan Messi," ujar Sabatini.
Meskipun pernyataan tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, berbagai tanda menunjukkan bahwa Motta memang gagal membangun hubungan baik dengan para pemainnya. Bahkan ketika posisinya sebagai pelatih sedang terancam, skuad Juventus tampak tidak menunjukkan perjuangan maksimal dalam pertandingan melawan Fiorentina, yang semakin memperburuk situasinya.
Kepergian Motta meninggalkan banyak pelajaran bagi Juventus, terutama dalam memilih pelatih yang tidak hanya memiliki strategi yang baik tetapi juga mampu membangun harmoni dalam tim. Kini, dengan kehadiran Igor Tudor, Bianconeri berharap bisa kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki atmosfer di ruang ganti.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
