
CEO Facebook Mark Zuckerberg
JawaPos.com – Permintaan maaf CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, tampaknya belum cukup dilayangkan di jagad maya. Kali ini permohonan maaf Mark Zuckerberg kepada publik dilakukan melalui iklan di surat kabar di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Tindakan tersebut diambil sebagai upaya pengakuan kelalaiannya yang berdampak pada bocornya data pengguna di platform Facebook.
Permohonan maaf Mark Zuckerberg ditulis di satu halaman penuh surat kabar. Isinya menyebut bahwa Zuck, panggilan akrab Mark Zuckerberg, bersama Facebook tidaklah layak menyimpan data pribadi pengguna jika tidak mampu melindunginya.
“Ini pelanggaran kepercayaan, dan saya minta maaf karena kami tidak melakukan lebih banyak hal pada saat itu. Kini kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi,” ucapnya dalam iklan di surat kabar The New York Times, Minggu (25/3).
Iklan permohonan maaf tersebut ditandatangani langsung oleh pria yang juga suami Priscilla Chan itu. Iklan tersebut menuliskan kebocoran data disebabkan oleh aplikasi kuis yang dibuat oleh peneliti Universitas Cambridge, dan menyebabkan data Facebook bocor empat tahun lalu.
“Ini pelanggaran kepercayaan, dan saya minta maaf karena kami tidak melakukan lebih banyak hal pada saat itu. Kini kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi,” tandas iklan itu.
Pantauan JawaPos.com pada laman EconomicTimes, Senin (26/3), terdapat setidaknya sembilan surat kabar yang tersebar di AS dan Inggris yang memuat konten perihal permintaan maaf Zuck atas tragedi bocornya data Facebook itu.
The England Observer, The Sunday Times, Mail on Sunday, Sunday Mirror, Sunday Express, dan Sunday Telegraph menjadi surat kabar yang disambangi Zuck di bumi Kerajaan Inggris. Sementara di daerah terdampak seperti AS, beberapa surat kabar yang memuat perminaan maaf Zuck antara lain, The New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal yang terbit pada Minggu (25/3) waktu setempat.
Diberitakan sebelumnya, permintaan maaf Zuck pada beberapa surat kabar sebagai tindak lanjut dari skandal kebocoran data Facebook yang belakangan ini ramai dibicarakan warganet seantero dunia. Insiden yang melibatkan sebanyak 50 juta data pengguna jejaring sosial yang digawangi Mark Zuckerberg itu disebut bocor dan dimanfaatkan oleh pihak ketiga.
Berbagai informasi menyebut bahwa kebocoran data tersebut dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk keperluan politik Amerika Serikat (AS) pada masa pemilu presiden AS beberapa waktu lalu.
Laman The Guardian, Minggu (25/3), menyebut bahwa kebocoran data Facebook didalangi sebuah lembaga riset bernama Cambridge Analytica (CA). CA dilaporkan terlibat dan bertanggung jawab dalam skandal kebocoran data 50 juta pengguna Facebook.
Parahnya, firma tersebut juga pernah bekerja dengan tim kampanye Donald Trump saat pemilihan presiden 2016 silam. CA dituding menggunakan jutaan data pengguna untuk membuat sebuah software yang bisa memprediksi dan memengaruhi pemilihan suara.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
