Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Ramalan Peta Pertarungan Pilpres 2019, Ada Gerakan untuk Ahok

| editor : 

Presiden Jokowi, Pilpres 2019, Ahok, Pasangan Jokowi, Jokowi Ahok, Gerakan Ahok,

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

JawaPos.com - Bursa pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin seru. Masyarakat masih mendominasi menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memimpin Indonesia. Karena itu, peta calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi terus digadang-gadang.

Ada sejumlah nama seperti Anies Baswedan, Jenderal Gatot Nurmantyo, Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bahkan Basuki Tjahaja Purnama.

Ahli Aurametaphysics dan Konsultan Spiritual Jeng Frolin menilai, sebetulnya hingga kini peta pertarungan Pilpres atau siapa yang mendampingi Jokowi masih buram atau samar-samar. Dia bahkan menduga akan ada 4 pasang capres dalam Pilpres 2019 nanti.

Presiden Jokowi, Pilpres 2019, Ahok, Pasangan Jokowi, Jokowi Ahok, Gerakan Ahok,

Presiden Joko Widodo (Biro Pers Istana)

"Masih buram, sih. Namun yang saya baca Jokowi itu paling cocok dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kalau dengan Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, AHY, apalagi misalnya Sandiaga Uno peruntungan belum mendukung," katanya kepada JawaPos.com, Kamis (7/12).

Selain dengan Ahok, sosok yang juga harmonis mendampingi Jokowi yakni Jenderal Gatot Nurmantyo. Alasannya, Gatot dan Ahok sama-sama memiliki jiwa yang tegas dan berkarakter militer, sehingga bisa mengimbangi Jokowi.

"Dengan Jenderal Gatot oke, dengan Ahok makin oke. Keduanya balance bisa mengimbangi Pak Jokowi yang tenang dan bersih. Kedua kandidat itu juga sama-sama bersih dan punya komitmen kuat membangun negara ini," ujar Jeng Frolin.

Jeng Frolin pun membedah satu per satu pasangan cawapres yang paling cocok dengan Jokowi. Berikut hasilnya:

1. Muhaimin Iskandar
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini digadang-gadang menjadi pasangan Jokowi. Menurut Frolin dari penerawangannya antara karakter, Jokowi dan Muhaimin tidak harmonis.

"Jokowi enggak cocok sama Muhaimin. Jokowi cocoknya sama Ahok. Bahkan kalau presiden bukan Jokowi, kemungkinan Ahok jadi presiden. Namun semua perhitungan ini masih ngambang. Masih dugaan reka-reka," tegas Jeng Frolin.

2. Anies Baswedan
Menurut Jeng Frolin, sosok Anies Baswedan terlalu humanis. Begitu pula karakternya dengan Sandiaga Uno. "Jokowi-Ahok balance, Jokowi-Gatot balance. Namum Jokowi atau Ahok sama Anies itu timpang," kata Jeng Frolin.

3. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Jeng Frolin menyebut pasangan ini paling harmonis. Meski Ahok tersandung kasus hukum, Jeng Frolin meyakini banyak pihak-pihak yang berusaha membersihkan lagi citra Ahok di 2019. Menurutnya masyarakat juga memahami isu SARA tak bisa lagi digoreng untuk Pilpres 2019. Sebab bicara 2019 adalah bicara Indonesia keseluruhan yang beragam suku dan agama. Bahkan di 2019 ada gerakan untuk membersihkan nama Ahok pasca tersandung hukum.

"Sekarang ini ada pihak-pihak yang berusaha agar nama Ahok bersih clear. Banyak yang enggak setuju tapi diperjuangkan jadi cawapres/presiden. Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah tahu kinerja Ahok ini. Dan 2019 semua kasusnya bisa tertutupi karena Jokowi-Ahok sosok yang punya komitmen kuat," ujarnya.

4. Gatot Nurmantyo
Sosok Jenderal ini juga sosok yang cocok mendampingi Jokowi selain Ahok. Sebab mereka bisa tampil seimbang dengan dua karakter yang berbeda untuk memimpin rakyat.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP