
Jokowi dan Prabowo di sela-sela acara debat capres kedua, Minggu (17/2)
JawaPos.com - Partai Gerindra meluruskan tuduhan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dianggap tidak mengerti soal unicorn dalam debat kedua capres, Minggu (17/2) malam. Partai berlambang kepala burung garuda itu memastikan kebingungan Prabowo lantaran pelafalan Bahasa Inggris Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai kurang jelas.
"Pak Prabowo itu kan mengerti betul bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman. Jadi, Pak Prabowo ingin memastikan ini Pak Jokowi nyebut-nyebut Unicorn nih apa? kita tahu mohon maaf ya , Pak Jokowi kan Bahasa Inggrisnya masih blepotan," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/2).
Jokowi, klaim dia, terdengar mengucapkan Bahasa Inggris unicorn dengan salah. Riza bilang, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut unicorn tanpa terdengar huruf 'R' di antara huruf O dan N. Jadi, Prabowo hanya mendengar seperti Unicon.
"Kita ingin memastikan ini Unicorn pakai R apa unicorn tanpa R. Makanya itu kan (Jokowi) ditanya online online itu itu? Itu artinya Prabowo menjelaskan kepada publik yang simpel simpel aja, nggak usah pakai (bahasa) Inggris-Inggrisan, dia sendiri yang berusaha tidak pakai Bahasa Inggris. tapi Pak Jokowi malah pakai Bahasa Inggris," cetusnya.
Menurut Riza, tidak mungkin Prabowo tak mengerti unicorn seperti yang dituduhkan selama ini. Sebab tak lama sebelum debat kedua dimulai, Prabowo baru saja bertemu dengan pengusaha yang begerak di bidang online alias unicorn.
"Prabowo seminggu yang lalu kebetulan bertemu sama pengusaha besar yang unicorn seperti itu. Jadi dia diskusi dialog mengerti," tuturnya.
"Makanya di kasih kesempatan debat tersebut Pak Prabowo menyampaikan jangan buru-buru pemerintah ingin memanjakan, ini kan keluhan daripada penggiat daripada pengusaha online, pengusaha media sosial dan sebagainya yang menggunakan jaringan telekomunikasi internet dan sebagainya," sambungnya.
Atas dasar itu semua, Riza menghargai upaya pemerintah yang telah berusaha memberikan perhatian perkembangan bisnis dari ekonomi kreatif dan bisnis telekomunikasi. Akan tetapi, seperti yang menjadi teguran Prabowo, dia tidak mau bisnis unicorn menguntungkan para pihak asing.
"Kita harus menempatkan bisnis ini pada tempatnya. Apa itu? menurut Pak Prabowo adalah kedaulatan negara, jangan sampai bisnis kita berkembang teknologi berkembang, tapi justru menguntungkan pihak asing. faktanya dari banyaknya seperti itu yang menikmati Siapa? yang menikmati asing. itu yang dikhawatirkan oleh Bapak Prabowo," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
