JawaPos.com - Pengamat politik Rocky Gerung hampir selalu menjadi sorotan ketika mengkritik pemerintah. Kalangan pendukung presiden Joko Widodo pun dibuat geram karena mantan dosen Universitas Indonesia ini seringkali menggunakan bahasa yang 'nyelekit'.
Terakhir, Rocky mengkritik Jokowi dengan bahasa yang membuatnya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Polda Metro Jaya kini telah melimpahkan tiga laporan terkait kata-kata Rocky Gerung tersebut ke Bareskrim.
Meskipun demikian, dengan segala kontroversinya, Rocky Gerung malah menjadi pengamat politik yang populer di Indonesia. Namun siapa sangka bahwa akademisi kelahiran 20 Januari 1959 ini berasal dari Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Dikutip dari Manado Post (Jawa Pos Grup), menurut Rofna Gerung yang juga masih kerabat dengan Rocky, meskipun lahir dan besar di Manado, salah satu pendiri Setara Institut tersebut masih memiliki keturunan Desa Rambunan.
"Ayah Rocky Gerung yang biasa disapa Opa Z, asli berasal dari Desa Rambunan. Bahkan saudara dari Opa Z juga masih ada yang tinggal di Rambunan, dan di Manado," ungkap Rofna.
Desa Rambunan sendiri merupakan desa yang terkenal sebagai penghasil gula aren cetak. Hal ini didukung dengan melimpahnya tanaman aren bahkan banyak tumbuh liar di daerah hutan
Karena kualitasnya bagus, gula aren dari desa Rambunan sampai dijual dengan harga mahal di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Manado.
Saking melimpahnya tanaman aren, selain memproduksi gula, warga desa Rambunan juga mengolahnya menjadi minuman beralkohol tradisional Cap Tikus yang cukup populer di sana.
Caranya dengan melakukan penyulingan air nira yang dihasilkan dari tanaman aren hingga menjadi minuman beralkohol.
Minuman Cap Tikus ini memiliki kandungan alkohol dari 40 – 75 persen, dan menjadi minuman sehari-hari para petani di sana. Namun, mereka meminumnya bukan untuk mabuk-mabukan tetapi sebagai penghangat badan karena dikonsumsi secara wajar.
Desa seluas 184,5 hektar ini ternyata memiliki jarak yang cukup jauh dengan Ibukota Kabupaten Tondano, yaitu sekitar 28 km. Sedangkan jarak dengan ibukota provinsi Manado mencapai 43 km.
Desa yang beriklim tropis tersebut memiliki ketinggian 550 di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata 21 derajat celcius serta bentuk wilayah yang datar dan berombak, berbukit dan bergunung.