Granit Xhaka memimpin ambisi Swiss untuk menembus perempat final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (Instagram @granitxhaka)
JawaPos.com - Pertandingan pembuka Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Qatar menghadirkan drama hingga menit akhir. Sundulan Boualem Khoukhi pada masa injury time menyelamatkan tuan rumah Piala Dunia 2022 dari kekalahan dan memaksa laga berakhir imbang 1-1.
Namun, jauh sebelum gol penyeimbang tersebut tercipta, perhatian publik sudah lebih dulu tertuju pada keputusan kontroversial yang melibatkan VAR pada menit ke-17.
Melansir Give Me Sport, insiden bermula ketika Remo Freuler menerima bola sundulan di dalam kotak penalti dan berusaha mengangkat bola melewati kiper Qatar, Mahmud Abunada. Kontak yang terjadi membuat keduanya terjatuh, dan wasit asal Honduras, Hector Said Martinez, tanpa ragu menunjuk titik putih.
Mantan wasit FIFA Keith Hackett menilai gol penalti Swiss ke gawang Qatar seharusnya dianulir karena offside. Kontroversi VAR pun memicu kritik terhadap transparansi FIFA. (Instagram/@football_today_yt)
Breel Embolo kemudian sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Swiss unggul.
Masalah muncul ketika tayangan ulang memperlihatkan Freuler diduga berada dalam posisi offside sebelum insiden pelanggaran terjadi. VAR pun melakukan pemeriksaan, tetapi tidak ada grafik atau garis offside semi-otomatis yang ditampilkan kepada penonton.
Setelah beberapa saat, keputusan penalti tetap disahkan dan pertandingan berlanjut.
Kurangnya transparansi dalam proses pemeriksaan tersebut membuat banyak pihak geram.
Gary Neville menjadi salah satu sosok yang paling vokal. Mantan bek Manchester United itu mempertanyakan alasan FIFA tidak memperlihatkan bukti visual kepada publik.
"Mereka punya bukti keputusan otomatis itu — mengapa mereka tidak menunjukkannya kepada kita?" kata Neville, yang bahkan membandingkan sikap FIFA dengan "kediktatoran".
Baca Juga:Kontroversi Penalti Timnas Swiss Lawan Qatar, FIFA Sebut Gangguan Teknis Tak Pengaruhi Keputusan VAR
Legenda Arsenal, Ian Wright, juga melontarkan kritik tajam dan menyebut minimnya transparansi tersebut sebagai sesuatu yang "memalukan".
Sementara komentator ITV, Lee Dixon, mengaku yakin keputusan itu akan dibatalkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022