
Striker Argentina, Agustin Ruberto, bakal menjadi andalan tim muda Tango saat menghadapi Jepang U-17 di Stadion si Jalak Harupat, Selasa (14/11). (LOC WCU17/SBN)
JawaPos.com – Argentina boleh gagal membawa trofi juara Piala Dunia U-17 2023. Namun, skuad muda La Albiceleste tak perlu berkecil hati karena mereka masih memiliki Agustin Ruberto.
Striker tunggal andalan Pelatih Diego Placente itu sangat haus gol. Kehadirannya di lini depan menjadi ancaman bagi setiap tim yang bersua Argentina dalam perhelatan sepak bola terbesar khusus bagi pemain kelompok usia 17 tahun tersebut.
Dalam enam kali penampilan Argentina sejak penyisihan grup hingga dikalahkan Jerman, lima di antaranya diwarnai oleh perayaan gol Ruberto ke jala lawan. Andalan River Plate di liga domestik Argentina itu hanya absen menceploskan bola saat timnya menggasak juara bertahan Brasil di babak 16 besar.
Ketika itu, panggung kemenangan juara empat kali Piala Amerika Selatan U-17 tersebut diisi oleh Claudio Echeverri. Gelandang serang yang disebut-sebut sebagai titisan Lionel Messi ini memborong tiga gol kemenangan Argentina. Ruberto pun meradang dan melampiaskannya kala berduel melawan Jerman.
Kendati gagal membawa negaranya ke partai final, paling tidak pemain kelahiran 6 Januari 2006 tersebut sempat tiga kali memaksa kiper Konstantin Heide untuk memungut si kulit bundar dari dalam gawang Jerman.
Menariknya, Heide dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut karena aksinya menyelamatkan gawang Der Panzer dari dua tembakan pemain Argentina ketika drama adu penalti.
Ruberto telah delapan kali mencatatkan namanya di papan skor dan menjadikannya pencetak gol tersubur di Piala Dunia U-17 2023. Dia hampir dipastikan membawa pulang Trofi Sepatu Emas ke Buenos Aires, ibu kota Argentina. Bukan tidak mungkin, dia masih bisa menambah koleksi golnya lantaran Argentina akan memainkan satu laga terakhir memperebutkan peringkat ketiga kontra Mali.
Sulit rasanya bagi pemain lain untuk mengejar prestasi Ruberto. Echeverri sang kapten Tango sebagai pesaing terdekatnya harus mati-matian mencetak empat gol ke gawang Mali untuk melampaui pencapaian Ruberto.
Demikian pula halnya bagi kapten Mali, Ibrahim Diarra, dan duo Jerman Paris Brunner serta Max Moerstedt yang sama-sama mengoleksi empat gol. Mereka harus mencetak masing-masing lima gol ke gawang lawan agar Ruberto terlewati!
Dia bakal menjadi pemain Argentina pertama yang mengisi daftar pencetak gol tersubur Piala Dunia U-17. Tak hanya itu, bintang masa depan Tango ini juga akan melengkapi daftar nama pencetak gol tersubur asal Argentina di segala turnamen sepak bola resmi FIFA.
Pada level senior, Guillermo Stabile dan Mario Kempes telah mencatatkan nama mereka sebagai pencetak gol tersubur. Stabile dengan koleksi 8 gol mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1930 di Uruguay. Sedangkan Kempes menjadi pemain paling rajin menceploskan bola ke gawang lawan, yakni enam gol saat Piala Dunia 1978 yang digelar di negaranya sendiri.
Untuk kategori Piala Dunia U-20, Argentina rajin menempatkan wakil-wakilnya dalam daftar pemain tersubur. Misalnya Ramon Diaz dengan enam gol ketika Piala Dunia Remaja FIFA 1979. Lalu, ada Javier Saviola (2001; 11 gol), Lionel Messi (2005; 6 gol), dan Sergio Aguero (2007; 6 gol).
Laga Argentina melawan Mali di Stadion Manahan, Solo, Jumat (1/12) pukul 19.00 WIB bakal menjadi ajang unjuk kemampuan Ruberto. Akankah dia mampu melampaui rekor 10 gol milik striker Nigeria Victor Osimhen yang belum terpecahkan sampai hari ini? Osimhen yang kini membela Napoli menciptakan 10 gol di Piala Dunia U-17 2015.
Tentu bukan hal sulit bagi Ruberto untuk mencetak tiga gol dalam satu laga, karena dia telah membuktinya kala menghadapi Jerman. Tetapi, bola itu bundar, segala sesuatu bisa terjadi di lapangan rumput. Penggemar sepak bola Indonesia dan seluruh penonton di Manahan bakal menjadi saksi terciptanya sejarah tersebut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
