Gedung Rektorat UI (Humas UI/Antara)
JawaPos.com-Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmen terhadap proses pemilihan dekan yang transparan, akuntabel, dan bebas titipan. Hal ini disampaikan oleh Rektor UI, Heri Hermansyah, usai melantik sembilan dekan baru di lingkungan UI. Dia menekankan, setiap dekan memegang peran strategis, bukan hanya sebagai pemimpin akademik, tetapi juga sebagai pemimpin korporasi di tingkat fakultas.
Heri menjelaskan, para dekan memikul dua peran besar sekaligus. "Sebagai pimpinan, tentunya tadi, dia harus memiliki dua karakter. Karena dia memimpin, pertama memimpin urusan akademik, dan memimpin urusan non-akademik," ujarnya. Dalam aspek akademik, dekan dituntut memiliki wibawa ilmiah untuk memimpin dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, sehingga mampu membangun kultur akademik yang kuat.
Namun, Heri menegaskan fungsi kedua yang tak kalah penting: kemampuan manajerial dan kepemimpinan layaknya pemimpin perusahaan. "Sekarang itu dia, dekan kita umpamakan itu sebagai seorang CEO. Dia memimpin bagaimana menggunakan SDM, menggerakkan expertise atau keahlian dari para dosen.
Memanfaatkan aset-aset yang tidur di fakultasnya masing-masing," kata Heri. Menurutnya, aset fakultas tidak hanya berupa gedung atau laboratorium, tetapi juga ratusan dosen bergelar doktor dan profesor yang harus dioptimalkan kontribusinya.
Heri memberi penekanan bahwa seorang dekan harus memahami seluruh konten pekerjaan yang berlangsung di fakultasnya. Ia mencontohkan pentingnya pemimpin membaca dan memahami setiap dokumen sebelum mengambil keputusan. "Jadi pertama itu. Sebenernya dari sini adalah Dekan itu harus menguasai konten pekerjaan. Poinnya di situ," ujarnya. Ia mengingatkan agar pola kerja kantor pos yang meneruskan surat tanpa memahami isinya, tidak boleh terjadi di fakultas.
Dalam memimpin SDM, Heri mendorong setiap dekan mampu menempatkan orang sesuai kapasitasnya. "Setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan. Sehingga the right man on the right job," ucapnya.
Menurut dia, potensi seseorang sering kali tidak muncul bukan karena kurang kompeten, tetapi karena ditempatkan pada posisi yang salah.
Dia menegaskan bahwa UI saat ini mengedepankan budaya kerja kolektif. "Manajemen Universitas Indonesia saat ini kita menyebutnya sebagai super team. Tidak ada superman. Tidak ada one man. Kita super team," katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai transparansi, Heri menegaskan proses seleksi dekan berlangsung ketat dan melalui beberapa tahap yang diumumkan ke publik.
"Prosesnya panjang ya. Jadi dimulai dari seleksi administrasi. Setelah seleksi administrasi diumumkan, nama-namanya. Kemudian ada asupan publik terhadap nama-nama ini," jelasnya. Setelah itu, kandidat wajib memaparkan program kerja empat tahun ke depan dalam sesi seleksi substansi di hadapan panelis yang terdiri dari mantan rektor, MWA, serta tokoh-tokoh pendidikan tinggi.
Tahapan dilanjutkan dengan wawancara bersama rektor. "Nilai dari ahli yang dipanelis tadi, nilai dari para warek, kemudian nilai dari rektor digabungkan jadi satu. Kemudian keluar skornya. Nah kita pilih yang terbaik," ungkap Heri.
Melalui mekanisme seleksi berlapis, keterlibatan publik, panel independen, serta penilaian berbasis skor, UI menegaskan tidak ada ruang bagi intervensi eksternal maupun penunjukan berdasarkan kedekatan personal.
Seluruh proses tersebut, kata Heri, dirancang untuk memastikan dekan yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas akademik, kemampuan manajerial, serta visi memajukan fakultas dan universitas menuju target besar yang sebelumnya juga diingatkan Presiden: masuk ke jajaran 100 perguruan tinggi terbaik dunia. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022