
Photo
JawaPos.com - Tak jarang problematika para pedagang yang muncul saat masuk ke platform e-commerce berhenti pada aktivitas menaruh foto produk barang di dalamnya. Hal ini tentu tidak cukup untuk membangun bisnis jangka panjang yang berbasis pelanggan.
Menurut Bobby Silalahi, VP Community Tokko, saat prescon secara virtual (25/9) berjualan di e-commerce mirip seperti berjualan di pujasera. Semua toko terlihat serupa dengan menu yang hampir sama.
"Kalau ada satu menu yang kemahalan, maka pelanggan akan pindah ke lapak dengan harga lebih murah,” tutur Bobby memberikan gambaran situasi pedagang online yang terjebak pada siklus perang harga yang tidak berujung.
Kebanyakan pelaku UMKM kini menjemput bola dengan menjual langsung ke pelanggan melalui aplikasi messenger atau media sosial. Tapi tentunya semua ini merepotkan karena semua operasional dilakukan secara manual dari mencatat pesanan sampai memeriksa transaksi pembayaran.
Arlan Andhika, VP Business Development Tokko, menyampaikan brand yang sudah besar seperti Adidas, maupun brand legendaris Bandung memiliki website resmi mereka sendiri, untuk bisa mengendalikan bisnis mereka dan konsumen mereka.
"Tidak hanya brand besar dan legendaris, tapi juga brand baru seperti D.F.o Bandung milik Dendy Darman Founder unkl347 yang mempercayakan flagship store mereka di dalam aplikasi Tokko,” terangnya.
Melalui aplikasi Tokko, pelaku UMKM bisa membuat website resmi mereka sendiri hanya dengan bermodalkan smartphone saja. Salah satu keunggulan dari memiliki website resmi sendiri adalah, identitas brand pelaku UMKM akan tertap terjaga.
Ini jelas berbeda dengan berjualan di e-commerce atau marketplace yang hampir tidak memperhatikan branding.
“Lalu yang paling penting, setelah memiliki website resmi, kita akan membangun hubungan yang terus-menerus dengan pelanggan. Dengan Tokko ada fitur daftar pelanggan yang memudahkan kamu menghubungi pelanggan setia kamu,” terang Radix Juniardi Hidayat, Lead Product Manager Tokko.
Selain itu Tokko juga sudah terintegrasi dengan berbagai macam opsi pengiriman baik regular, ekspres, same day, sampai instan yang disediakan oleh partner logistik mereka.
Fitur terbaru dari Tokko yang tidak didapatkan di platform lainnya adalah, para pelaku bisa mengelola iklan online yang sudah terintegrasi dalam platform Tokko seperti iklan Facebook, Instagram, dan Google untuk menjangkau pelanggan baru.
Selain itu, Tokko juga bekerjasama dengan Kaya ID untuk memajukan UMKM melalui bimbingan dan pelatihan branding yang kuat di Kaya ID selaku inkubator bisnis. Nita Kartika Sari, CEO Kaya ID menegaskan bahwa memiliki toko online resmi adalah kunci menuju kesuksesan,
“Karena dengan menggunakan fitur di dalam Tokko, kita bisa tahu konsumen kita kesukaannya apa saja, produk yang paling disukai apa saja, semua data konsumen kita ketahui. Selain biaya platform yang dikenakan di Tokko memang tidak semahal e-commerce atau marketplace lainnya,” jelasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
