
Ilustrasi pelantihan literasi digital untuk generasi muda
JawaPos.com - Pengguna media sosial (medsos) masih didominasi kalangan usia muda. Kebanyakan, medsos digunakan oleh milenial dan Gen-Z dengan berbagai platform. Data terbaru dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII), dari hasil survei penetrasi dan perilaku internet 2023, YouTube menempati posisi teratas sebagai aplikasi medsos yang paling banyak dibuka oleh pengguna internet Indonesia dengan persentase 65,41 persen.
Pada urutan kedua adalah Facebook dengan persentase 60,24 persen. Sedangkan di posisi berikutnya secara berurutan diduduki oleh Instagram dengan persentase 30,51 persen, TikTok 26,80 persen, WhatsApp 1,57 persen, Twitter 0,91 persen, Snack Video 0,17 persen, LinkedIn 0,06 persen, Google 0,03 persen, dan responden yang menjawab tidak/tidak pernah mengakses/tidak ada 10,98 persen.
Dengan tingginya pengguna medsos dari kalangan muda di Indonesia, sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik. Hal ini menyebabkan medsos masih menjadi tempat yang kurang ramah bagi beberapa pihak dengan masih sering terjadinya kejahatan, cyberbullying dan banyak lagi.
Berupaya meningkatkan kecakapan dan partisipasi aktif generasi muda dalam mendukung transformasi dan inklusi digital Indonesia, PT BNP Paribas Asset Management (PT BNP Paribas AM), Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia), dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) telah menyelesaikan program edukasi bertajuk 'KU CERDIG' (Kaum mUda CERdas DIGital) bagi 375 siswa SMA/SMK di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Papua yang telah dimulai sejak Oktober 2022.
Inisiatif ini diklaim menjadi langkah penting dalam menginspirasi para peserta program untuk belajar bertanggung jawab dalam berinteraksi dan bertransaksi secara aman di dunia siber. Di akhir program, mereka didorong untuk membagikan pembelajaran yang diperoleh kepada anak muda lainnya dengan menciptakan ide proyek kampanye yang inovatif dan kreatif.
Hasilnya, 30 kampanye literasi digital yang direalisasikan mampu menjangkau lebih dari 240 ribu anak muda di media sosial selama dua bulan. Direktur PT BNP Paribas AM, Maya Kamdani mengungkapkan bahwa program 'KU CERDIG' adalah wujud nyata bagaimana berinvestasi bisa ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam hal ini melalui Reksa Dana Indeks BNP Paribas IDX30 Filantropi (BNP Paribas IDX30 Filantropi), hasil kolaborasi bersama Citi Indonesia. Melalui reksa dana yang menerapkan konsep Investasi Berdampak (Impact Investing) tersebut, sebagian total dana kelolaannya dialokasikan untuk tujuan filantropi, salah satunya mendukung generasi muda untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan lewat karya-karyanya.
“Sejak diluncurkan pada tahun 2018, BNP Paribas IDX30 Filantropi telah mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat. Reksa dana ini menjadi solusi investasi yang kami hadirkan untuk mewadahi investor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia," terang Maya melalui keterangannya.
Melihat dampak yang mampu diciptakan dari dana sosial yang terkumpul, dirinya berharap dapat melibatkan lebih banyak investor dalam solusi investasi berdampak di masa mendatang. "Hal ini sejalan dengan upaya kami memberikan kontribusi positif dan konstruktif kepada masyarakat di mana kami beroperasi," lanjut Maya.
Dalam kesempatan yang sama, Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengungkapkan, inisiatif yang dikembangkan bersama PT BNP Paribas AM dan PJI ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi dan kompetensi digital masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami yakin dengan memiliki pemahaman dan keterampilan teknologi digital yang baik akan meningkatkan produktifitas generasi muda yang nantinya mampu mendorong perkembangan ekonomi digital," jelas Puni.
Dirinya berharap, penyediaan produk reksa dana dengan konsep investasi berdampak (impact investing) ini menjadi perluasan komitmen jangka panjang Citi dalam mengakselerasi peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi bagi generasi muda.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan hasil survei Indeks Literasi Digital Tahun 2022 pada Februari lalu. Dari empat pilar pengukuran, aspek keamanan digital menunjukkan pertumbuhan yang lambat dan masih memperoleh skor terendah, yaitu 3,12.
Hal ini tercermin pada minimnya kesadaran dan kemampuan masyarakat Indonesia dalam hal keamanan siber. Hanya 32 persen yang merasa yakin dapat mengidentifikasi hoaks.
Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menambahkan, siswa SMA/SMK dan sederajat yang menjadi penerima manfaat program ini adalah generasi Z yang sangat aktif menggunakan teknologi digital, namun masih minim keterampilan untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
