Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Istimewa).
JawaPos.com - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan artifisial (AI) menuntut kesiapan regulasi yang matang agar kemajuan inovasi dapat berjalan seimbang dengan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menyelesaikan Peta Jalan AI Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Etika AI. Kedua regulasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pelaku industri dalam mengembangkan teknologi AI yang tetap menjunjung prinsip keseimbangan antara inovasi dan proteksi.
“Diharapkan dengan regulatory framework ini, kita akan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan beretika bagi inovasi AI di sektor telekomunikasi, sekaligus melindungi hak-hak masyarakat,” ujar Wamen Nezar di Jakarta dikutip Minggu (9/11).
Nezar menambahkan bahwa melalui regulasi tersebut, setiap platform AI wajib menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keamanan, serta menyesuaikan diri dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Ia menilai, kebutuhan akan regulasi yang kuat semakin mendesak seiring dengan penggunaan AI yang kian meluas. Salah satu contohnya adalah ChatGPT, yang mampu melipatgandakan jumlah penggunanya dalam waktu kurang dari setahun.
Fenomena ini membuka berbagai peluang baru, termasuk bagi industri telekomunikasi yang dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong pertumbuhan sektor yang saat ini tengah melambat.
“Untuk bertahan dan berkembang di era AI, industri telekomunikasi harus melakukan transformasi fundamental, berubah menjadi AI TechCo yang berarti menjadikan AI sebagai kompetensi inti, bukan sekadar sebagai alat pendukung,” tuturnya.
Selain regulasi, Indonesia juga perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar sejumlah inisiatif seperti Garuda Spark Innovation Hub dan AI Talent Factory guna mencetak talenta-talenta digital yang unggul di bidang AI.
“Tujuannya, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi AI didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan agar pemanfaatan teknologi AI memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat dalam ekosistem digital yang inklusif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
