Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 November 2025 | 02.17 WIB

Komdigi Siapkan Peta Jalan dan Perpres Etika AI, Dorong Transformasi Industri Telekomunikasi

 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Istimewa).

JawaPos.com - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan artifisial (AI) menuntut kesiapan regulasi yang matang agar kemajuan inovasi dapat berjalan seimbang dengan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menyelesaikan Peta Jalan AI Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Etika AI. Kedua regulasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pelaku industri dalam mengembangkan teknologi AI yang tetap menjunjung prinsip keseimbangan antara inovasi dan proteksi.

“Diharapkan dengan regulatory framework ini, kita akan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan beretika bagi inovasi AI di sektor telekomunikasi, sekaligus melindungi hak-hak masyarakat,” ujar Wamen Nezar di Jakarta dikutip Minggu (9/11).

Nezar menambahkan bahwa melalui regulasi tersebut, setiap platform AI wajib menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keamanan, serta menyesuaikan diri dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

Ia menilai, kebutuhan akan regulasi yang kuat semakin mendesak seiring dengan penggunaan AI yang kian meluas. Salah satu contohnya adalah ChatGPT, yang mampu melipatgandakan jumlah penggunanya dalam waktu kurang dari setahun.

Fenomena ini membuka berbagai peluang baru, termasuk bagi industri telekomunikasi yang dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong pertumbuhan sektor yang saat ini tengah melambat.

“Untuk bertahan dan berkembang di era AI, industri telekomunikasi harus melakukan transformasi fundamental, berubah menjadi AI TechCo yang berarti menjadikan AI sebagai kompetensi inti, bukan sekadar sebagai alat pendukung,” tuturnya.

Selain regulasi, Indonesia juga perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar sejumlah inisiatif seperti Garuda Spark Innovation Hub dan AI Talent Factory guna mencetak talenta-talenta digital yang unggul di bidang AI.

“Tujuannya, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi AI didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” jelasnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan agar pemanfaatan teknologi AI memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat dalam ekosistem digital yang inklusif.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore