Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 23.23 WIB

Toyota Berencana Buang Nama Konyol Mobil Listrik bZ4X, Ini Alasannya

Toyota bZ4X di Indonesia. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Toyota punya salah satu produk mobil listrik yang sayangnya nggak laku di pasaran, termasuk di Indonesia. Mobil tersebut adalah Toyota bZ4X, yang namanya dianggap terdengar konyol dan susah diucapkan.
 
Hal ini tampaknya juga disadari oleh pihak Toyota sendiri. Akibatnya, perubahan dilaporkan akan segera dilakukan, menurut direktur regional Toyota Kanada di Quebec.
 
Saat berbincang dengan sejumlah media otomotif di Kanada baru-baru ini, Patrick Ryan mengungkapkan bahwa SUV listrik tersebut akan berganti nama. Ia tidak menyebutkan kapan, tetapi bisa jadi untuk model tahun 2026 karena model tahun 2025 telah diperkenalkan dan tetap menggunakan nama bZ4X.
 
 
 
Nama saat ini adalah singkatan dari 'Beyond Zero', angka '4' mewakili ukurannya, dan angka 'X' merujuk pada crossover, catat Motor Illustrated. Meskipun masuk akal, nama tersebut tidak mudah diucapkan, dan kedengarannya agak konyol.
 
Memang, produsen mobil senang menggunakan nama alfanumerik untuk mobil mereka saat ini. Namun, nama-nama tersebut sering kali sulit diingat dan tidak menonjol seperti nama asli. Bahkan, kembaran Subaru bZ4X pun memiliki nama asli dan dijuluki Solterra.
 
Dilansir via Carscoops, Ryan tidak mengatakan apakah perubahan nama tersebut hanya akan berlaku di tingkat regional atau Toyota berencana untuk mengubahnya secara global, meskipun perubahan nama global tampaknya lebih masuk akal. 
 
Kecuali RAV4, semua model Toyota saat ini di AS memiliki nama asli, bukan angka dan huruf acak yang diacak-acak. Diharapkan, Toyota dapat menemukan nama yang tepat untuk crossover listriknya.
 
Sebagai informasi, Toyota bZ4X dibangun dari basis Platform e-TNGA yang merupakan refinement dari Toyota New Global Architecture (TNGA). Namun, dioptimalkan, dan didedikasikan untuk Battery Electric Vehicle.
 
Mobil ini dijual juga di Indonesia namun kurang laku. Nggak laku di Indonesia tampaknya bukan hanya karena namanya yang susah disebutkan, tapi juga karena faktor lainnya seperti harganya yang mahal mencapai Rp 1 miliar.
 
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore