Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 23.01 WIB

Coba Kenalkan 4 Konsep Berbagi, Minimalisasi Anak Berebut Mainan

ILUSTRASI: Mainan edukasi puzzle membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan konsentrasi anak (Freepik) - Image

ILUSTRASI: Mainan edukasi puzzle membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan konsentrasi anak (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki libur sekolah, anak-anak dari kakak-adik dan anak Anda mungkin sedang berkumpul di teras rumah. Mereka bermain bersama, kadang lari-larian dan mungkin bermain mainan masing-masing. 

Di sinilah biasanya bencana mulai terjadi. Ada momen perebutan mainan yang tak terhindarkan.
Ketika anak-anak mulai saling berteriak, "Ini milikku!" atau "Aku duluan!" pasti Anda sering mendapati diri harus menjadi penengah. 
 
Sebagai orang tua, tentu kita ingin mengajarkan anak-anak pentingnya berbagi. Tapi bagaimana caranya?
 
 
Sebelum ke sana, dikutip dari Parent From Heart, Anda harus memahami dahulu apa yang dirasakan anak yang sering berebut mainan. Berikut ulasannya.
 
Tips Mendorong Anak untuk Berbagi
 
1. Atur Lingkungan Bermain
 
Untuk mencegah perebutan mainan, coba simpan sebagian mainan dan keluarkan secara bergiliran ketika mereka bermain. Selain itu, sediakan juga area bermain khusus untuk mainan yang boleh digunakan bersama.
 
2. Terapkan Aturan Jelas
 
Saat anak Anda hendak bermain, tetapkan waktu bermain bergiliran bersama yang lainnya. Anda bisa menggunakan alat bantu visual seperti poster sederhana bertuliskan, "Bergantian adalah hal baik."
 
3. Berikan Contoh Nyata
 
Mau bagaimanapun anak adalah peniru ulung. Oleh karena itu, tunjukkan kebiasaan berbagi di rumah, seperti berbagi camilan.
 
Jelaskan tindakan Anda, misalnya, "Ibu berbagi buku ini agar kita bisa membacanya bersama."
 
4. Berikan Pujian dan Penguatan Positif
 
Saat anak berbagi, beri pujian spesifik, seperti, "Kakak hebat mau berbagi mainannya dengan adik. Itu sangat baik!"
 
Mengatasi Penolakan untuk Berbagi
 
Saat menerapkan hal-hal di atas, sangat mungkin anak-anak menolak untuk mengerti. Mereka masih sering berebut mainan seolah itu milik sendiri.
 
Nah jika anak sulit berbagi, pahami bahwa itu bagian dari proses. Bantu mereka memahami konsep kepemilikan pribadi dan berbagi bersama. Jika konflik muncul, ajak anak berdiskusi tanpa memihak.
 
Selain itu, dorong permainan kolaboratif seperti permainan papan atau proyek seni bersama. Aktivitas ini tidak hanya menguatkan kemampuan berbagi, tapi juga mempererat hubungan antar anak.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore