JawaPos Radar

Laporan Langsung dari Madinah

Barang-barang Terlarang Jamaah Haji yang Disita Sebelum Pulang Kampung

Mainan Lucu Batal jadi Oleh-oleh untuk Cucu

10/09/2018, 08:07 WIB | Editor: Ilham Safutra
petugas Saudi Airlines
Herdianto, petugas Saudi Airlines menyosialisasikan aturan penerbangan kepada perwakilan kloter di Bandara Madinah. (FIRZAN SYAHRONI/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Langkah Siti Mariyah dihentikan petugas maskapai Saudi Airlines di Bandara Madinah, Minggu (9/9). Jamaah haji dari kloter 41 Debarkasi Jakarta-Bekasi itu diminta mengeluarkan barang bawaan yang menyembul dari dalam tasnya. Ternyata barang menyembul itu adalah hanger atau gantungan baju yang terbuat dari plastik.

Siti membawa hanger itu dari kampung halamannya di Ciamis. Hanger berjumlah enam buah itu dia ikat dan dimasukkan ke dalam tas punggung.

"Hanger saja kok dibawa pulang Bu, tolong dikeluarkan, ditinggal saja di sini," kata Herdianto, petugas maskapai Saudi Airlines. "Sayang pak, kalau ditinggal," jawab Siti. Namun, petugas bergeming. Siti akhirnya pasrah. Dia keluarkan hanger-hanger itu dari dalam tasnya.

oleh oleh jamaah haji
Jumali diminta membuka kardus mainan di Bandara Madinah. (FIRZAN SYAHRONI/JAWA POS)

Lain lagi dengan Ahmad Jumali. Dia membawa tas plastik berisi mainan anak-anak. "Ini untuk cucu saya Pak," ucapnya. Petugas meminta mainan itu dikeluarkan dari dalam kardus dan dimasukkan ke dalam tas punggung. "Jangan pakai kardus biar tasnya cukup," pinta petugas.

Siti Mariyah dan Ahmad Jumali hanya dua dari sekian banyak jamaah haji yang terkena razia menjelang kepulangan ke Tanah Air. Semua barang yang terkena razia itu harus ditinggal, tidak boleh dibawa masuk pesawat.

Kepala Daerah Kerja (daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat menjelaskan, para petugas haji sebenarnya sudah menyosialisasikan secara masif aturan membawa oleh-oleh. Namun, masih ada saja jamaah haji yang coba-coba melanggar.

"Ada yang bawa gunting kuku, payung, sampai air zamzam, ya semua akhirnya harus dikeluarkan di bandara," katanya.

Dia mengingatkan lagi kepada jamaah haji untuk tidak membawa barang-barang terlarang saat kepulangan. Sebab, koper yang ketahuan membawa barang terlarang akan dibongkar paksa. Saat itu terjadi, kemungkinan barang berharga lain bisa ikut dikeluarkan. Hal itu pernah terjadi di Bandara Jeddah. "Ada uang dan barang berharga lain yang tidak sengaja ikut dikeluarkan saat sweeping. Untungnya barang-barang itu bisa kami titipkan lagi kepada ketua rombongan," ucapnya.

Selain barang bawaan, Arsyad juga menjelaskan tentang jamaah haji yang lupa membawa visa saat tiba di bandara. Menurut dia, hal itu mudah diatasi. Sebab, visa haji kini tidak ditempel dan distempel di paspor, melainkan di-print dalam kertas biasa. "Jadi, kalau ada visa yang ketinggalan, tinggal di-print saja dengan acuan nomor paspor jamaah haji yang bersangkutan," terangnya.

oni/jpc/jpk

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up