
Idrus Marham mundur dari jabatan menteri sosial. Keputusan mundur itu agar dia fokus menjalani proses hukum di KPK.
JawaPos.com - Pengunduran diri Idrus Marham dari jabatan menteri sosial (mensos) membuat Partai Golkar berduka. Lebih dari itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sangat sedih karena rekannya itu bakal menyandan status tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Status tersangka Idrus itu terkait kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau-1. "Kami berduka atas apa yang menimpa Pak Idrus Marham. Kami tentu berharap yang terbaik bagi Idrus," ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/8).
Kendati demikian, Partai Golkar tidak kehilangan kursi di Kabinet Kerja Jokowi. Sebab jabatan Idrus sudah digantikan oleh politikus Partai Golkar lainnya, Agus Gumiwang Kartasasmita. "Kami sudah menyediakan kader untuk mengisi pekerjaan yang akan ditinggalkan Pak Idrus," katanya.
Sebelumnya, Idrus mengatakan dirinya pada Kamis (24/8) sore dirinya mendapatkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari KPK.
Menurut Idrus, dalam surat SPDP tersebut dirinya telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Untuk itu dia tidak ingin berlama-lama menjabat sebagai mensos.
Idrus pun mengaku bakal fokus menjalani kasus yang menimpanya di lembaga superbodi tersebut. Hal itu bertujuan tidak menjadi beban bagi Presiden Jokowi.
Sakadar informasi, Idrus juga sebelumnya sudah beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Rabu (15/8).
Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap. Eni ditangkap saat berada di rumah Idrus Marham.
Politikus Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment komisi 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
Komisi tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022