
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terkait bansos. (Istimewa)
JawaPos.com–Penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan kedua 2026 mulai berjalan. Pada triwulan ini, ada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang bakal menerima bansos pengentasan kemiskinan dari pemerintah.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut, ada lebih dari 470 ribu KPM baru yang akan menerima bansos pada triwulan kedua ini. Mereka diketahui belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama. Masuknya KPM baru ini lantaran adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
”Setiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat (baik yang baru masuk ataupun keluar dari DTSEN,” ujar Saifullah Yusuf.
Meski ada perubahan, kata dia, sebetulnya sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya. Namun, pemutakhiran tetap wajib dilakukan mengingat kondisi di lapangan sangat dinamis.
Karenanya, pemutakhiran DTSEN bersama BPS terus dilakukan melalui penguatan sistem data hingga tingkat desa. Saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 70 ribu operator data desa yang terhubung melalui aplikasi SIKS-NG dengan dinas sosial kabupaten/kota, provinsi, Kemensos, dan DTSEN yang dikelola BPS terkait upaya pembaruan tersebut.
Data-data penerima bansos yang telah diperbarui kemudian dimasukkan ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kemensos. Aplikasi ini telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota dan provinsi, Kemensos, serta DTSEN yang dikelola BPS.
”Dengan adanya operator data desa ini, disamping kita memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi atau reaktivasi atau untuk memperbarui data,” papar Saifullah Yusuf.
Dalam arahannya, Menko Muhaimin menekankan pentingnya peningkatan akurasi DTSEN ini. Sehingga, seluruh program bansos maupun pemberdayaan masyarakat benar-benar tepat sasaran.
Selain itu, dia juga mendorong mensos untuk mempercepat proses graduasi kemiskinan sesuai amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025. Dengan begitu, masyarakat penerima bantuan dapat naik kelas menuju kemandirian ekonomi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
