Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 19.08 WIB

Lewat Program Global Reach, UI Dorong Internasional Riset dan Peringkat Global

Penandatanganan kerja sama Program Global Reach Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok pada Kamis (7/5)/(Istimewa).

 

JawaPos.com - Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi riset, publikasi, dan pengembangan talenta dengan menandatangani perjanjian kerja sama Program Global Reach bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 
 
Acara penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok pada Kamis (7/5), dan dihadiri langsung oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., beserta jajaran wakil rektor dan direktur di lingkungan UI.
 
Dalam sambutannya, Rektor UI menekankan bahwa, kerja sama ini menjadi momentum penting bagi UI untuk memperkuat kontribusi akademik Indonesia di panggung global. 
 
"Melalui Global Reach, kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi UI tidak hanya bermanfaat bagi bangsa, tetapi juga diakui secara internasional, sehingga menjadi katalis yang mengakselerasi langkah UI menuju peringkat 100 besar dunia," ungkapnya, dikutip Sabtu (9/5).
 
Prof. Heri juga menjelaskan bahwa UI saat ini tengah menggodok rencana untuk melakukan ekspansi dengan menghadirkan kantor perwakilan (representative offices) di Shanghai dan Shenzhen, Tiongkok. 
 
 
Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan UI dalam internasionalisasi pendidikan, dengan menggaet mahasiswa dan bahkan peneliti asal Tiongkok untuk melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di UI. 
 
Selain itu, ikhtiar ini juga menunjukkan kesungguhan UI dalam mengemban amanah sebagai kampus pionir pelaksana program Global Reach.
 

Penandatanganan kerja sama Program Global Reach Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok pada Kamis (7/5)/(Istimewa).

 

 
Senada dengan pernyataan Prof. Heri, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., menegaskan dukungan pemerintah terhadap langkah UI.
 
"UI kami dorong menjadi kampus flagship Indonesia. Dengan Global Reach, UI tidak hanya memperkuat posisinya di tingkat internasional, tetapi juga menjadi katalis bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut maju," ujarnya.
 
Hadir pula perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dr. Ayom Widipaminto selaku Direktur Fasilitasi Riset yang menambahkan, konsep Global Reach menempatkan UI sebagai pionir yang menggendong kampus-kampus lain di dalam negeri agar bisa maju bersama. 
 
"Suntikan dana abadi penelitian yang kami berikan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan mempercepat akselerasi UI menuju peringkat 100 dunia," imbuhnya.
 
Lebih jauh, Direktur Perencanaan dan Kinerja UI, Prof. Yuni Krisyuningsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa dana Rp100 miliar dari LPDP akan dikelola selama 18 bulan dengan sistem audit berkala untuk memastikan akuntabilitas. 
 
Sekitar 70 persen dari total dana tersebut difokuskan pada kegiatan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti asing, dengan target menghasilkan publikasi internasional bereputasi tinggi. 
 
Sementara itu, porsi sisanya diarahkan untuk pengembangan talenta akademik melalui program sabbatical, visiting professor, serta kolaborasi dengan universitas mitra internasional. 
 
Skema pendanaan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat atmosfer riset UI, tetapi juga untuk memastikan hasil penelitian berkontribusi pada reputasi global kampus dan mendukung positioning UI dalam peta persaingan universitas dunia.
 
Sebagai tambahan informasi, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal daya saing global. Dalam IMD World Competitiveness Ranking 2025, Indonesia turun dari peringkat 34 menjadi 47, terutama akibat lemahnya kapasitas inovasi, kualitas infrastruktur, dan efisiensi birokrasi. 
 
Sementara itu, dalam Global Innovation Index (GII), Indonesia juga mengalami penurunan dari peringkat 54 pada tahun 2024 menjadi 55 pada tahun 2025, mencerminkan masih kurangnya kuantitas input riset meski output publikasi dan paten meningkat.
 
Kondisi ini menunjukkan bahwa riset dan publikasi internasional belum sepenuhnya menjadi motor penggerak daya saing nasional. 
 
Melalui Global Reach, UI berkomitmen memperkuat rekognisi riset, inovasi, dan publikasi di mata dunia dengan mengimplementasikan skema knowledge to impact pipeline, sebuah mekanisme yang memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata yang berdampak pada masyarakat, industri, dan kebijakan publik. 
 
Dengan demikian, Global Reach bukan hanya mendukung internasionalisasi riset UI, tetapi juga menjadi katalis peningkatan daya saing Indonesia di panggung global.
 
Program Global Reach sendiri merupakan bagian dari Program Semesta Kemdiktisaintek, yang berfokus memperluas jangkauan internasional riset dan publikasi Indonesia. 
 
Dengan dukungan ini, UI tidak hanya memperkuat atmosfer riset internasional di kampus, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalis peningkatan peringkat Indonesia dalam World University Rankings.
 
Penandatanganan perjanjian ini menegaskan kesiapan UI untuk maju sebagai kampus unggul dan kolaboratif, menghadirkan solusi atas tantangan global melalui riset, pendidikan, dan inovasi yang berdampak nyata, sekaligus mempercepat langkah dari ranking 189 menuju 100 besar universitas dunia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore