
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji RI, Farosa. (istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah RI secara serius mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan Platform NUSUK untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Alasan integrasi dilakukan untuk menyelaraskan sekaligus memvalidasi data jemaah haji Indonesia dengan sistem layanan resmi Pemerintah Arab Saudi. Dengan demikian, hal itu akan mendukung penyelenggaraan ibadah haji lebih baik, lebih tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji RI, Farosa, menyampaikan bahwa integrasi SISKOHAT dan NUSUK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan sistem, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan jemaah berbasis digital.
“Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan,” kata Farosa dalam keterangannya.
Integrasi ini sebenarnya sudah terjadi secara bertahap sejak Oktober 2025 melalui penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan sistem, dan evaluasi keamanan siber.
“Pada tahap awal perencanaan dan penguatan fondasi sistem, integrasi ini dirintis sejak masa kepemimpinan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi sebelumnya, Moch. Hasan Affandi, yang mendorong penguatan tata kelola data haji serta kesiapan sistem nasional agar selaras dengan platform layanan Arab Saudi,” ungkapnya.
Integrasi secara bertahap dilakukan untuk memastikan terpenuhinya persyaratan keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, dan pengujian koneksi aman antar-sistem.
Pada Januari 2026, sistem SISKOHAT dan Platform NUSUK telah terhubung secara aman dan dinyatakan siap beroperasi secara maksimal dengan menerapkan standar keamanan data tinggi.
Pengembangan sistem akan terus dilakukan ke depannya mendukung pengelompokan dan pemaketan jemaah, persiapan kedatangan dan penerimaan di Arab Saudi, proses kepulangan, pengelolaan kontrak layanan, dan layanan umrah dengan mengedepankan prinsip perlindungan data dan keamanan siber nasional.
“Pengamanan sistem dilakukan dengan memastikan data hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang, terlindungi selama proses pengiriman, serta tercatat secara akuntabel dalam sistem. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan keandalan data jemaah,” katanya.
Saat ini, integrasi SISKOHAT–NUSUK telah diimplementasikan untuk mendukung proses pemvisaan jemaah haji. Pertukaran data dilakukan secara otomatis melalui sistem terintegrasi, sehingga mempercepat alur layanan dan meningkatkan konsistensi data jemaah.
“Dengan implementasi integrasi ini, proses pemvisaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur karena data jemaah dikirim langsung dari sistem SISKOHAT ke NUSUK tanpa melalui proses manual,” ujar Farosa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022