
Ilustrasi serangan siber kian ganas menunggangi tren teknologi AI. (Training Camp)
JawaPos.com - Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri atau Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) mendukung transformasi kelembagaan Polri menuju era digital. Seiring berjalannya waktu, tantangan kepolisian semakin kompleks, oleh karena itu perlu ada perubahan dari internal institusi.
Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Slamet Riyadi mengatakan, salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah revitalisasi fungsi Artificial Intelligence (AI) sebagai penguatan tindakan preemptif dan preventif.
“Dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan kompleksitas sosial yang semakin tinggi, Polri dituntut untuk tidak hanya reaktif dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu melakukan pendekatan prediktif dan humanis,” kata Slamet, Sabtu (8/11).
Kecerdasan buatan bisa dimanfaatkan untuk tindakan pencegahan dini. Selain itu, bisa digunakan sebagai, analisis pola gangguan Kamtibmas, serta pengambilan keputusan berbasis data dan fakta ilmiah.
“Kebijakan revitalisasi fungsi AI di STIK bertujuan menciptakan ekosistem akademik dan operasional yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, dan kebijakan kepolisian. Dengan demikian, STIK berperan sebagai laboratorium intelektual Polri yang mengembangkan inovasi kebijakan berbasis riset dan teknologi,” imbuhnya.
Dalam rancangan kebijakan ini, dilakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan transformasi digital Polri.
1. Strategi SO (Strength–Opportunity);
Memanfaatkan kekuatan akademik STIK dan dukungan kebijakan nasional untuk membangun AI Lab Polri–STIK sebagai pusat riset kebijakan prediktif Kamtibmas.
2. Strategi ST (Strength–Threat);
Menggunakan kapasitas kelembagaan untuk memperkuat tata kelola dan etika AI melalui pembentukan AI Ethics and Governance Framework.
3. Strategi WO (Weakness–Opportunity):
Meningkatkan kompetensi SDM Polri melalui pelatihan, kurikulum berbasis AI, dan sertifikasi profesional dalam analisis data serta manajemen risiko digital.
4. Strategi WT (Weakness–Threat):
Memperkuat regulasi internal dan SOP keamanan data guna menghindari penyalahgunaan teknologi, serta membentuk tim lintas fungsi untuk pengawasan dan evaluasi implementasi AI.
“Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemptif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan Smart Policing yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju ‘Smart Governance,
Penerapan AI dalam fungsi Kamtibmas juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri," pungkas Slamet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022