Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 23.28 WIB

Jika Seseorang Memutuskan Hubungan dengan Keluarganya Tanpa Peringatan, 8 Perilaku Ini Mungkin Menjelaskan Alasannya Menurut Psikologi

seseorang yang memutus hubungan dengan keluarga. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang memutus hubungan dengan keluarga. (Freepik/freepik)


Jawapos.com - Memutuskan hubungan dengan keluarga bukanlah keputusan yang diambil dengan mudah. 

Ketika seseorang tiba-tiba menjauh tanpa banyak penjelasan, banyak orang di sekitarnya mungkin bertanya-tanya: "Apa yang sebenarnya terjadi?" 

Dari perspektif psikologi, perilaku seperti ini sering kali mencerminkan dinamika mendalam yang telah berkembang selama bertahun-tahun. 


Dilansir dari Small Biz Technology pada Rabu (30/4), ada beberapa alasan kuat mengapa seseorang memilih untuk menghentikan kontak — dan 8 perilaku ini bisa menjadi petunjuk penting di balik keputusan drastis tersebut.

1. Mereka Merasa Tidak Pernah Dihargai Sebagai Diri Sendiri


Seseorang mungkin tumbuh dalam lingkungan di mana penerimaan bersyarat menjadi norma. 


Mereka hanya dihargai saat memenuhi ekspektasi tertentu, dan dikritik atau diabaikan saat menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya. 


Lama-kelamaan, kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental dan harga diri bisa membuat seseorang memilih memutuskan hubungan daripada terus hidup dalam perasaan "tidak pernah cukup baik".

2. Mereka Telah Menjadi Target Gaslighting Secara Emosional


Gaslighting — manipulasi psikologis yang membuat seseorang meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasannya — sering terjadi dalam keluarga disfungsional.


Jika selama bertahun-tahun seseorang diperlakukan seolah-olah perasaan dan pikirannya salah atau tidak valid, akhirnya mereka mungkin memilih untuk menarik diri sepenuhnya demi melindungi integritas emosional mereka.

3. Mereka Lelah Menjadi 'Penyelamat' Keluarga


Dalam banyak keluarga, ada satu anggota yang terus-menerus dipaksa memikul beban emosional semua orang: menjadi pendengar, penengah, bahkan penyelamat dalam krisis. 


Beban ini bisa menghancurkan perlahan-lahan. Pada titik tertentu, seseorang mungkin menyadari bahwa satu-satunya cara untuk hidup bebas dan sehat adalah dengan melepaskan diri dari peran yang tak adil itu — meski berarti memutuskan hubungan sama sekali.

4. Mereka Telah Mengalami Pola Kekerasan atau Pelecehan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore