Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 03.58 WIB

Orang yang Menjauh dari Keluarga dan Teman Seiring Bertambahnya Usia, Menunjukkan 10 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang semakin menjauh dari keluarga dan teman seiring bertambahnya usia. (Magnific/rawpixel.com) - Image

seseorang yang semakin menjauh dari keluarga dan teman seiring bertambahnya usia. (Magnific/rawpixel.com)


JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai mengalami perubahan dalam cara mereka membangun dan mempertahankan hubungan sosial. Ada yang justru semakin dekat dengan keluarga dan sahabat lama, tetapi tidak sedikit pula yang perlahan menjauh. Mereka menjadi lebih sulit dihubungi, lebih jarang hadir dalam acara keluarga, dan semakin nyaman menjalani hidup sendirian.

Fenomena ini sering dianggap sebagai tanda kesombongan, perubahan karakter, atau bahkan kehilangan kepedulian terhadap orang lain. Padahal dalam banyak kasus, psikologi menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak selalu muncul karena niat buruk. Ada berbagai faktor emosional, mental, dan pengalaman hidup yang memengaruhi seseorang hingga akhirnya memilih menjaga jarak.

Menariknya, orang yang semakin menjauh dari keluarga dan teman seiring bertambahnya usia sering memperlihatkan pola perilaku tertentu. Perilaku-perilaku ini muncul secara perlahan dan kadang tidak disadari oleh orang di sekitarnya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 perilaku yang sering ditunjukkan menurut sudut pandang psikologi.

1. Lebih Memilih Menyendiri daripada Bersosialisasi

Salah satu tanda paling umum adalah meningkatnya kecenderungan untuk menikmati waktu sendirian. Mereka mulai merasa lebih nyaman berada di rumah, membaca buku, menonton film, bekerja sendiri, atau melakukan aktivitas tanpa banyak interaksi sosial.

Dalam psikologi, hal ini tidak selalu berarti seseorang mengalami depresi atau anti sosial. Banyak orang dewasa merasa energi mental mereka lebih cepat terkuras ketika harus menghadapi terlalu banyak interaksi.

Semakin bertambah usia, seseorang biasanya menjadi lebih selektif dalam menggunakan energi emosionalnya. Mereka mulai mempertanyakan:

“Apakah pertemuan ini benar-benar penting?”
“Apakah percakapan ini memberi dampak positif?”
“Apakah aku merasa nyaman berada di lingkungan ini?”

Ketika jawabannya tidak memuaskan, mereka cenderung memilih kesendirian karena dianggap lebih damai dan minim drama.

Namun jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini dapat membuat hubungan sosial perlahan melemah tanpa disadari.

2. Mengurangi Kontak dengan Lingkaran Sosial Lama

Orang yang mulai menjauh sering mengurangi komunikasi dengan teman lama, bahkan anggota keluarga sendiri. Mereka mungkin jarang membalas pesan, menolak undangan berkumpul, atau hanya memberikan respons singkat.

Psikologi menjelaskan bahwa seiring usia, manusia mengalami perubahan prioritas sosial. Teori socioemotional selectivity yang dikembangkan oleh psikolog Laura Carstensen menyebutkan bahwa orang dewasa cenderung lebih memilih hubungan yang dianggap bermakna secara emosional.

Akibatnya, hubungan yang terasa melelahkan, penuh konflik, atau tidak lagi relevan perlahan ditinggalkan.

Mereka tidak selalu membenci orang-orang tersebut. Hanya saja mereka merasa koneksi itu tidak lagi memberi rasa nyaman seperti dulu.

3. Menjadi Sangat Mandiri Secara Emosional

Perilaku berikutnya adalah munculnya sikap sangat mandiri secara emosional. Mereka tidak lagi mudah curhat, meminta bantuan, atau bergantung pada validasi orang lain.

Di satu sisi, kemandirian emosional adalah tanda kedewasaan. Namun pada beberapa orang, sikap ini berkembang menjadi kebiasaan menutup diri.

Banyak individu yang pernah kecewa, dikhianati, atau tidak mendapatkan dukungan emosional di masa lalu akhirnya belajar untuk mengandalkan diri sendiri.

Mereka berpikir:

“Lebih aman kalau aku menyelesaikan semuanya sendiri.”
“Tidak perlu terlalu bergantung pada siapa pun.”
“Ekspektasi terhadap orang lain hanya akan menimbulkan kecewa.”

Lama-kelamaan, pola pikir ini membuat mereka semakin menjaga jarak dari hubungan yang sebenarnya penting.

4. Lebih Sensitif terhadap Drama dan Konflik

Saat masih muda, banyak orang masih memiliki toleransi tinggi terhadap drama sosial, gosip, atau konflik kecil dalam pertemanan dan keluarga.

Namun ketika bertambah usia, sebagian orang menjadi jauh lebih sensitif terhadap hal-hal tersebut.

Mereka mulai menghindari:

Pertengkaran keluarga
Teman yang suka mengeluh
Lingkungan yang penuh persaingan
Hubungan yang melelahkan secara emosional

Dari sudut pandang psikologi, hal ini berkaitan dengan kebutuhan menjaga stabilitas mental.

Setelah melewati berbagai pengalaman hidup, seseorang biasanya lebih menghargai ketenangan dibanding keramaian sosial yang penuh tekanan.

Akibatnya, mereka lebih memilih menjauh daripada terus terlibat dalam hubungan yang dianggap menguras energi.

5. Sulit Membuka Diri tentang Perasaan

Orang yang semakin menjauh juga sering terlihat lebih tertutup secara emosional. Mereka tampak baik-baik saja di permukaan, tetapi sebenarnya menyimpan banyak hal sendiri.

Mereka jarang bercerita tentang:

Kesedihan
Kekecewaan
Ketakutan
Tekanan hidup
Masalah pribadi

Psikologi menunjukkan bahwa pengalaman hidup yang berat dapat membuat seseorang membangun “tembok emosional” untuk melindungi diri.

Semakin sering seseorang merasa tidak dipahami atau diabaikan, semakin besar kemungkinan mereka memilih diam.

Ironisnya, semakin lama kebiasaan ini berlangsung, semakin sulit pula mereka merasa dekat dengan orang lain.

6. Merasa Hubungan Sosial Terlalu Melelahkan

Banyak orang dewasa mulai merasa interaksi sosial membutuhkan energi yang besar.

Mereka lelah dengan:

Basa-basi
Kewajiban hadir di acara tertentu
Menjaga citra sosial
Percakapan yang tidak tulus
Tekanan untuk selalu tersedia bagi orang lain

Dalam psikologi modern, kondisi ini sering dikaitkan dengan social fatigue atau kelelahan sosial.

Setelah menjalani rutinitas hidup, pekerjaan, tekanan ekonomi, dan tanggung jawab pribadi, sebagian orang merasa kapasitas emosional mereka untuk bersosialisasi menjadi semakin terbatas.

Karena itulah mereka mulai memilih hubungan yang sederhana, tenang, dan tidak terlalu menuntut.

7. Menjadi Terlalu Nyaman dengan Zona Aman

Ketika seseorang terlalu lama hidup dalam rutinitas sendiri, mereka bisa mulai merasa nyaman dengan dunia yang kecil dan terbatas.

Mereka memiliki pola hidup yang teratur:

Bangun pada jam yang sama
Melakukan aktivitas yang sama
Jarang mencoba lingkungan baru
Menghindari pertemuan besar
Menolak interaksi yang tidak familiar

Psikologi menyebut bahwa manusia cenderung mencari rasa aman dan prediktabilitas seiring bertambahnya usia.

Sayangnya, jika terlalu ekstrem, zona nyaman dapat berubah menjadi isolasi sosial.

Seseorang mungkin merasa baik-baik saja sendirian, tetapi perlahan kehilangan kemampuan membangun kedekatan emosional dengan orang lain.

8. Mulai Merasa Tidak Dipahami oleh Orang Sekitar

Banyak orang yang menjauh sebenarnya merasa ada jarak emosional dengan keluarga atau teman-temannya.

Mereka merasa:

Tidak didengarkan
Tidak dimengerti
Tidak dihargai
Selalu dihakimi
Harus selalu mengalah

Ketika perasaan ini berlangsung lama, seseorang bisa memilih menjauh sebagai bentuk perlindungan diri.

Dalam psikologi, perilaku menarik diri sering menjadi mekanisme coping untuk mengurangi rasa sakit emosional.

Daripada terus merasa kecewa, mereka memilih menjaga jarak agar tidak semakin terluka.

9. Kehilangan Minat terhadap Hubungan yang Dangkal

Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai melihat waktu sebagai sesuatu yang sangat berharga.

Mereka tidak lagi tertarik pada hubungan yang:

Hanya muncul saat butuh
Dipenuhi kepalsuan
Bersifat kompetitif
Tidak memiliki kedalaman emosional

Karena itu, lingkaran sosial mereka biasanya semakin kecil.

Mereka lebih memilih memiliki sedikit hubungan tetapi berkualitas dibanding banyak teman tanpa koneksi yang tulus.

Dari sudut pandang psikologi, ini sebenarnya bagian dari proses pendewasaan emosional. Namun jika dilakukan terlalu ekstrem, seseorang bisa kehilangan dukungan sosial yang penting dalam hidup.

10. Merasa Lebih Tenang Saat Tidak Terlalu Terlibat dengan Banyak Orang

Perilaku terakhir yang paling sering terlihat adalah munculnya rasa damai ketika mereka tidak terlalu terlibat dalam kehidupan sosial.

Mereka merasa:

Hidup lebih tenang
Pikiran lebih ringan
Drama berkurang
Konflik lebih sedikit
Energi mental lebih stabil

Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk keseimbangan hidup yang sehat.

Namun psikologi juga mengingatkan bahwa manusia tetap membutuhkan koneksi sosial untuk kesehatan mental jangka panjang.

Terlalu lama mengisolasi diri dapat meningkatkan risiko:

Kesepian kronis
Overthinking
Kecemasan
Depresi
Kehilangan dukungan emosional

Karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga ketenangan diri dan tetap mempertahankan hubungan yang sehat.

Mengapa Banyak Orang Menjauh Seiring Bertambahnya Usia?

Ada banyak alasan mengapa seseorang menjadi lebih tertutup dan menjauh dari lingkungan sosialnya.

Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

Pengalaman Hidup yang Menyakitkan

Pengkhianatan, konflik keluarga, kehilangan orang tercinta, atau hubungan yang toxic dapat membuat seseorang lebih berhati-hati dalam membuka diri.

Kelelahan Mental

Tekanan pekerjaan, tanggung jawab hidup, dan stres berkepanjangan membuat sebagian orang tidak lagi memiliki energi untuk mempertahankan banyak hubungan sosial.

Perubahan Prioritas

Semakin dewasa, banyak orang lebih fokus pada ketenangan, kesehatan mental, dan kualitas hidup dibanding popularitas sosial.

Trauma Emosional

Luka emosional yang tidak sembuh dapat membuat seseorang takut kembali dekat dengan orang lain.

Keinginan Menemukan Kedamaian

Ada juga orang yang memang merasa lebih damai dengan kehidupan sederhana dan lingkaran sosial kecil.

Kapan Menjauh Menjadi Tidak Sehat?

Menikmati kesendirian sebenarnya bukan hal buruk. Bahkan psikologi mengakui bahwa waktu sendiri penting untuk refleksi diri dan kesehatan mental.

Namun kondisi ini bisa menjadi masalah ketika seseorang:

Mengisolasi diri sepenuhnya
Kehilangan kemampuan mempercayai orang lain
Selalu menghindari interaksi sosial
Merasa kesepian tetapi tidak mau membuka diri
Menolak bantuan meski sedang kesulitan

Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, dukungan profesional seperti konselor atau psikolog dapat membantu memahami akar masalahnya.

Penutup

Semakin menjauh dari keluarga dan teman seiring bertambahnya usia bukan selalu tanda seseorang berubah menjadi dingin atau tidak peduli.

Sering kali, itu adalah hasil dari pengalaman hidup, kelelahan emosional, perubahan prioritas, dan keinginan untuk menjaga kedamaian batin.

Psikologi menunjukkan bahwa banyak orang yang menarik diri sebenarnya sedang berusaha melindungi energi dan kesehatan mental mereka.

Meski begitu, manusia tetap makhluk sosial yang membutuhkan koneksi emosional.

Kuncinya bukan memaksakan diri untuk selalu ramai atau terus-menerus bersosialisasi, melainkan menemukan hubungan yang sehat, tulus, dan memberi rasa nyaman.

Pada akhirnya, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada jumlah orang yang ada di sekitar kita.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore