Ilustrasi ibadah haji di Makkah. (Omer F. Arslan/Unsplash via Jawa Pos)
JawaPos.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan mengerahkan empat satgas saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Keempat satgas tersebut adalah Satgas Arafah yang terdiri dari petugas daerah kerja (Daker) Madinah, Satgas Muzdalifah diisi petugas Daker Bandara, Satgas Mina oleh petugas Daker Makkah, dan Satgas Jamarat berisi para petugas tambahan.
"Ada empat Satgas yang saat ini kita bentuk, yaitu Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, Satgas Mina, dan juga ada satu tambahan satgas yaitu Jamarat," kata Kepala Satuan Operasional Armuzna, Harun Arrasyid di Makkah, Sabtu (8/6) seperti dikutip dari Antara.
Armuzna akan menjadi tempat bagi jamaah calon haji asal Indonesia. Maka dari itu, PPIH terus memantau secara intensif situasi di lokasi tersebut.
Harun menambahkan, para calon haji asal tanah air di Arafah akan menempati 73 maktab. Setiap maktab akan ditempatkan satu orang koordinator.
Total ada 1.169 tenda di maktab tersebut dengan satu petugas untuk setiap tenda. Fasilitas di dalam tenda juga cukup lengkap, yaitu tersedia kasur, AC, hingga listrik.
"Persiapan masih berlangsung dan yang jelas kelihatannya sudah mau selesai," ungkap Harun.
Sejumlah petugas dari seluruh Daker juga turut dikerahkan di Arafah, meskipun satgas yang bertanggung jawab di wilayah tersebut adalah dari Daker Madinah.
Ia menambahkan, di Muzdalifah, para satgas akan saling berkoordinasi terkait pelayanan dan pengawasan di maktab. Mereka akan menuju Muzdalifah pada 9 Dzulhijjah sore setelah pelaksanaan wukuf di Arafah.
Sedangkan petugas Sektor di maktab akan bertanggung jawab terhadap penempatan, kedatangan, dan keberangkatan serta memberikan pelayanan kepada jamaah lansia.
"Sektor Muzkoordinasidalifah 1-14 melaksanakan tugas pengawasan jamaah," kata Harun.
Sedangkan di Mina, pelaksanaan Satgas Mina akan bekerja sama dengan petugas Makkah, di Misi Haji, Pos Pengawasan Maktab, Pos Mina, dan pos rute Jamarat. Mereka juga bertolak dari Arafah seusai wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah sore.
"Petugas sektor di Maktab bertanggung jawab terhadap penempatan, kedatangan dan keberangkatan, konsumsi, serta layanan lansia," kata Harun.
Pihak Arab Saudi juga akan terus melakukan pembenahan dalam hal pelayanan bagi calon jamaah haji, termasuk jemaah asal Indonesia.
Harun juga menambahkan pembatasan yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi dalam hal pemberlakuan visa haji bisa membuat para jamaah lebih nyaman saat melaksanakan ibadah rukun Islam ke-5 tersebut.
Hal itu dikarenakan para calon jamaah yang bisa berhaji adalah mereka-mereka para memiliki visa haji resmi.
"Oleh karena itu mudah-mudahan dengan adanya pemberlakuan ini, kita berharap bisa lebih nyaman bagi jamaah kita untuk melaksanakan ibadah hajinya," pungkasnya.