JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa ibadah haji tak akan mengganggu kebutuhan valuta asing (valas), terutama dollar AS di dalam negeri. Lantaran pihaknya telah memperkirakan supply dan demand valas.
Seperti diketahui, biaya operasional Haji mayoritas dibayarkan menggunakan mata uang asing seperti, riyal dan dolar AS.
“Jadi, yang gini-gini kita sudah perkirakan jauh-jauh hari. Tugasnya Bank Indonesia itu bagaimana memastikan kebutuhan valas untuk ibadah haji sudah ada dan itu sudah kita rencanakan sejak dari awal,” kata Perry dalam konferensi pers, dikutip Kamis (23/5).
Tak hanya itu, BI juga sudah mempersiapkan dan memperhitungkan kebutuhan valas untuk pembayaran utang pemerintah. Kemudian, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), maupun pembayaran utang BUMN lainnya.
Perry menegaskan perhitungan tersebut telah masuk dalam perencanaan, pengelolaan cadangan devisa, dan juga sudah masuk di dalam asesmen terhadap nilai tukar.
“Tidak hanya masalah untuk kebutuhan valas haji kebutuhan valas untuk membiayai utang pemerintah kami juga sudah rencanakan. Untuk Petamina, BUMN, PLN itu sudah ada diskusi, perencanaan tahunan itu sudah masuk didalam perhitungan suplai demand valas, dampaknya terhadap cadangan devisa dan terutama terhadap stabilitas nilai tukar rupiah,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2024, kuota haji Indonesia tercatat sebanyak 221.000 jamaah. Indonesia juga mendapat 20.000 kuota tambahan.
Sehingga, total kuota haji Indonesia adalah 241.000 jamaah, terdiri atas 213.320 kuota jamaah haji reguler dan 27.680 kuota jamaah haji khusus.
Operasional pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) Indonesia memasuki hari ketujuh kemarin. Sudah 41 ribu lebih jemaah haji tiba di Madinah. Sementara itu, jemaah yang wafat di Madinah hingga kemarin sebanyak empat orang.
Hingga kemarin sudah 7.773 jemaah yang terbang ke Madinah. Mereka terbagi dalam 20 kelompok terbang (kloter) dengan sebaran embarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah, embarkasi Solo (SOC) 1.440 jemaah, embarkasi Banjarmasin (BDJ) 320 jemaah, embarkasi Padang (PDG) 393 jemaah, embarkasi Surabaya (SUB) 1.486 jemaah, dan embarkasi Makassar (UPG) 450 jemaah.
Lalu embarkasi Medan (KNO) 360 jemaah, embarkasi Batam (BTH) 350 jemaah, embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 440 jemaah, embarkasi Kertajati (KJT) 440 jemaah, embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 1.320 jemaah, dan embarkasi Palembang (PLM) 450 jamaah.