
Mantan Kasatops Armuzna Laksma TNI Harun Al Rasyid menjelaskan soal skema yang diterapkan saat Armuzna di masa Haji tahun ini, Rabu (21/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Persiapan pelayanan di fase puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Tahun ini kemenhaj memastikan skema Murur akan kembali dilaksanakan bagi sebagian jamaah haji di fase Armuzna.
Murur adalah salah satu skema saat fase Armuzna, di mana jamaah tidak mabit atau bermalam di Muzdalifah. Mereka hanya dilewatkan Muzdalifah dan langsung menuju Mina untuk lempar Jumroh.
Mantan Kasatops Armuzna Laksma TNI Harun Al Rasyid menjelaskan, Murur dilakukan untuk mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah.
"Yang Murur nanti adalah jamaah lansia, pendamping jamaah lansia, jamaah disabilitas, dan jamaah yang sakit," terangnya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (21/1) malam.
Begitu pula dengan Tanazul, di mana sebagian jamaah di tidak akan mabit di Mina, melainkan langsung dibawa ke hotel yang lokasinya di dekat Jamarat.
"Sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan," lanjut Harun. Tanazul masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Haji Saudi.
Bila diizinkan oleh otoritas Saudi, rencananya akan ada sekitar 50 ribu jamaah yang akan ditanazulkan. Mereka akan melempar jumrah lebih dahulu, kemudian kembali ke hotel di wilayah Syisyah dan Raudhah yang tidak jauh dari Jamarat.
Mereka akan diambil dari kloter-kloter tertentu yang akan ditentukan kemudian. Sehingga, ada peluang sebagian jamaah yang Murur juga akan mengikuti skema Tanazul.
Sebagaimana fungsi Murur di Muzdalifah, Tanazul bertujuan untuk mengurangi kepadatan jamaah di Mina.
Selain Tanazul, untuk mengantisipasi kepadatan jamaah di Mina, tahun ini Kemenhaj akan menerapkan cara baru dalam penempatan petugas haji di Mina.
Tahun ini, semua petugas seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) yang tercatat sudah pernah berhaji tidak akan dibawa ke Arafah.
Mereka akan langsung menuju Mina untuk menyambut kedatangan jamaah yang hendak mabit dan melempar jumroh.
"Sehingga diharapkan pos-pos yang nanti ditanggungjawabi oleh teman-teman kita PPIH ini bisa maksimal memberikan pemantauan, peninjauan, dan juga bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh jamaah kita," tuturnya.
Harun menambahkan, Kemenhaj melarang jamaah haji untuk melakukan masyian, alias berjalan kaki dari Arafah hingga Muzdalifah dan berlanjut ke Mina.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
