Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Desember 2020 | 20.05 WIB

Habib Rizieq Akhirnya Minta Maaf dan Ngaku Negatif Covid-19

Pemimpin Organisasi Masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa para pendukungnya saat tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten,  Selasa (Pemimpin Organisasi Masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Ha - Image

Pemimpin Organisasi Masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa para pendukungnya saat tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (Pemimpin Organisasi Masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Ha

JawaPos.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumumunan massa saat pandemi Covid-19. Banyaknya masa berkerumun itu terjadi karena dirinya disambut gegap gempita oleh pendukungnya mulai dari bandara.

"Saya minta maaf kepada semua masyarakat, kalau dalam kerumunan di bandara, Petamburan, Tebet, Megamendung terjadi suatu penumpukan, yang memang di luar kendali, karena antusiasnya umat," ujar Habib Rizieq saat acara Reuni 212 bertema Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh secara virtual, Jakarta, Rabu (2/12).

Habib Rizieq juga mengaku, dirinya sudah membatalkan beberapa kegiatan ceramahnya di berbagai daerah. Hal itu dilakukan karena Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19 di tanah air.

"Saya dengan kawan-kawan di DPP FPI semenjak kejadian itu, kita setop, tidak ada lagi kerumunan, bahkan seluruh rencana jadwal ke luar kota, daerah, kita stop sampai pandemi ini berakhir," katanya.


Lebih lanjut Habib Rizieq juga mengatakan, dirinya sudah melakukan isolasi secara mandiri pasca kerumunan yang telah dibuatnya beberapa waktu lalu. Seperti di Bandara Soekarno-Hatta, Maulid Nabi Tebet, ceramah Megamendung, Maulid Nabi dan akad nikah sang anak di Petamburan.

"Tim medis menyarankan, ini bukan persoalan Covid-19 atau tidak Covid-19, baik Covid-19 maupun tidak Covid-19, dalam suasana yang sudah crowded (ramai) seperti itu, ya seharusnya memang mengkarantina diri atau mengisolasi diri," katanya.

Ia juga mengaku sudah diperiksa swab test Covid-19. Hasilnya dirinya dinyatakan negatif dan tidak tertular virus korona tersebut.

"Walaupun tidak Covid-19 sekalipun, tetap untuk pemulihan untuk menjaga. Atas saran mereka juga, nanti secara berkala diperiksa, dengan rapid tes, swab antigen, swap PCR, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore