Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 15.02 WIB

7 Tindakan Guru Era 80-an dan 90-an yang Dulu Dianggap Wajar, Kini Diharap Tidak Terulang Lagi

Ilustrasi guru yang sedang mengajar. - Image

Ilustrasi guru yang sedang mengajar.

JawaPos.com - Guru dan siswa memiliki dinamika yang terus berubah seiring waktu. Pada era 80-an dan 90-an, interaksi mereka mencerminkan norma sosial yang berbeda dibandingkan saat ini.

Dinamika pendidikan masa lalu mencakup pola pengajaran, hukuman, hingga kebiasaan unik di sekolah. Banyak praktik yang dianggap biasa saat itu kini tidak diterima lagi. Pemahaman tentang perubahan pendidikan membantu melihat bagaimana evolusi sistem sekolah mencerminkan perubahan budaya dan nilai masyarakat.

Berikut tujuh tindakan guru era 80-an dan 90-an yang tidak terulang di sekolah masa kini, salah satunya merokok depan siswa. Dulu dianggap wajar sebagaimana dilansir dari laman Upworthy oleh JawaPos.com, Minggu (24/11):

1. Hubungan Guru dan Orang Tua

Pada era 80-an dan 90-an, guru memiliki otoritas tinggi di mata orang tua. Mereka dianggap selalu benar dalam mendidik siswa, bahkan dalam situasi yang penuh konflik. Dukungan dari orang tua sering kali menguatkan keputusan guru di sekolah. Kini, dinamika ini berubah karena orang tua lebih cenderung membela anak dalam berbagai perselisihan.

Hal ini mempengaruhi cara guru menyampaikan disiplin, yang kini harus lebih berhati-hati dan diplomatis. Perubahan ini menunjukkan peningkatan perhatian terhadap hak anak di lingkungan pendidikan.

2. Hukuman Fisik di Sekolah

Hukuman fisik sering digunakan untuk mendisiplinkan siswa di masa lalu. Guru merasa hukuman ini efektif untuk menanamkan disiplin dan rasa hormat pada aturan sekolah. Saat ini, pendekatan semacam itu telah digantikan dengan metode yang lebih berfokus pada perkembangan mental. Hukuman fisik dilarang keras karena berpotensi merugikan kesehatan siswa dalam jangka panjang.

Evolusi ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap hak anak dan pengaruh negatif kekerasan. Keputusan ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya metode pendidikan berbasis empati.

3. Kebiasaan Guru yang Tidak Lazim

Guru yang merokok di sekitar siswa dianggap wajar pada masa itu. Kebiasaan ini bahkan sering dilakukan di dalam kelas atau ruangan khusus saat siswa sedang istirahat.

Kini, tindakan seperti itu dilarang untuk menjaga lingkungan sekolah yang sehat dan profesional. Larangan ini tidak hanya melindungi siswa dari paparan zat berbahaya, tetapi juga menciptakan standar etika yang lebih baik.

Kebijakan ini mencerminkan perubahan nilai yang lebih mengutamakan kesehatan dan keamanan siswa. Sekolah sekarang menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua pihak.

4. Aktivitas Ekstrakurikuler yang Tidak Biasa

Beberapa sekolah mengadakan aktivitas unik, seperti menginap di perpustakaan atau bermain olahraga dengan aturan yang tidak biasa. Kegiatan semacam ini menjadi kenangan indah bagi banyak siswa, meskipun kadang minim pengawasan. Kini, aktivitas seperti ini harus memenuhi standar keamanan dan regulasi yang lebih ketat. Tujuannya adalah memastikan keselamatan siswa tanpa mengurangi nilai pembelajaran yang dihasilkan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore