
DEDIKASI: Samsul Arif menunjukkan sikap heroik dengan melelang jersey bersejarahnya agar bisa bermanfaat bagi orang banyak. (Instagram Samsul Arif)
JawaPos.com — Jersey putih bernomor 18 itu bukan sekadar selembar kain berwarna-warni. Bagi Samsul Arif, pemain berbakat dari Bojonegoro, Jawa Timur, itu adalah saksi bisu dari satu momen bersejarah dalam kariernya di lapangan.
Dalam perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola, Samsul Arif telah menorehkan jejak di dua edisi Piala AFF: pertama pada 2012 dan yang kedua pada 2014.
Namun, dalam dua kesempatan itu, hanya satu gol yang berhasil dia lesakkan, satu-satunya titik cemerlang di antara rentetan pertandingan yang dia jalani. Gol itu bukan sembarang gol. Itu adalah buah dari ketangguhan dan semangat juangnya, sebuah tendangan yang menghujam jantung gawang Vietnam.
"Soalnya, saya baru mencetak satu gol di Piala AFF dan jersey itu yang jadi saksinya," kata pemain asal Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut.
Kostum yang menjadi saksi bisu dari momen bersejarah itu kini tersemat rapi di dalam lemari rumahnya di Bojonegoro. Di balik kain putih yang terusir, tersimpan kenangan tak terlupakan bagi Samsul Arif.
Namun, dalam kebesarannya, Samsul Arif memutuskan untuk melepas kepingan berharga itu. Bukan untuk dimiliki olehnya, melainkan untuk menyentuh kehidupan orang lain. Dengan langkah yang penuh keikhlasan, dia memilih untuk melelang kostum itu melalui Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI).
Lelang kostum Samsul Arif bukan sekadar lelang biasa. Itu adalah panggilan hati untuk bersama-sama melawan musuh yang tak kasat mata, virus Corona atau Covid-19.
Sejak Selasa malam, 7 April 2020, pintu lelang terbuka lebar bagi siapapun yang ingin menyentuh bagian kecil dari sejarah Samsul Arif. Dan Kamis 9 April 2020, pintu itu ditutup, setelah proses yang penuh makna dan harapan bagi banyak orang.
"Semoga hasil lelangnya benar- benar membawa manfaat. Dengan lelang ini, saya ingin menegaskan kepada semuanya bahwa kita satu tim dalam pertandingan melawan Covid-19," ujar Samsul Arif dikutip dari Jawa Pos Koran Edisi 9 April 2020.
Namun, lebih dari sekadar urusan lelang, apa yang dilakukan Samsul Arif adalah sebuah pernyataan. Sebuah pernyataan tentang kepedulian, tentang kebersamaan dalam menghadapi cobaan yang melanda.
Dengan mengorbankan potongan kenangan berharga baginya, Samsul Arif ingin menegaskan bahwa kita semua adalah satu tim, satu keluarga besar, dalam pertandingan melawan Covid-19.
Bagi Samsul Arif, jersey putih itu tak sekadar selembar kain berwarna-warni. Itu adalah lambang dari perjuangannya, dari mimpi-mimpi yang terukir di lapangan. Dan, sekarang jersey itu menjadi sebuah alat untuk menggapai mimpi yang lebih besar: mimpi untuk membantu mereka yang terdampak oleh badai pandemi yang melanda.
Sebagai seorang atlet, Samsul Arif telah membiasakan diri dengan persaingan, dengan perjuangan di atas lapangan. Namun, kali ini perjuangannya melampaui batas itu. Dia tidak hanya berjuang untuk kemenangan dalam permainan, tetapi juga untuk kemenangan dalam kehidupan, kemenangan yang melibatkan kita semua sebagai satu kesatuan, satu tim.
Dalam keputusannya untuk melelang kostum saksi golnya, Samsul Arif mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang kepedulian dan solidaritas. Bahwa di tengah-tengah keadaan sulit, kita masih memiliki satu sama lain. Bahwa tangan yang merenggang dan hati yang terbuka mampu mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua.
Dengan suara bulat, Samsul Arif berharap bahwa hasil lelang itu tidak hanya akan menghasilkan dana, tetapi juga harapan. Harapan bagi mereka yang tenggelam dalam kesulitan, harapan bagi mereka yang membutuhkan sentuhan belas kasihan dari sesama manusia. Dan, dalam harapan itu, terkandung juga sebuah doa, doa untuk masa depan yang lebih cerah, doa untuk pulih dari luka yang dalam.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
