Muhammad Wafid selaku kepala Badan Geologi saat tampil di hadapan publik. (Geologi.esdm.go.id)
JawaPos.com – Sebanyak 160 sistem pemantauan bencana geologi gunung api telah dimodernisasi oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya dalam mengurangi dampak erupsi.
"Pada 2023, kami melakukan modernisasi 160 peralatan sistem pemantauan bencana geologi dan pengembangan enam pos pengamatan gunung api " ujar Muhammad Wafid selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM.
Sistem pemantauan yang dimodernisasi ini mencakup peralatan canggih seperti seismometer, GPS, tiltmeter, CCTV, kamera IR/thermal, dan perangkat pendukung stasiun pemantauan, menciptakan lanskap pemantauan bencana geologi yang sangat mutakhir.
Wafid juga menambahkan bahwa tak hanya sistem peralatan saja, Badan Geologi juga melakukan modernisasi terhadap teknologi informasi agar lebih cepat dan realtime masuk ke dalam dashboard pemantauan.
Sistem pemantauan yang dimiliki oleh Badan Geologi ini juga langsung terhubung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Adanya hal tersebut diharapkan mampu menciptakan efektivitas sistem pendeteksi dini, serta dapat memberikan informasi bencana yang cepat dan akurat kepada masyarakat untuk mencegah dampak buruk terjadi.
Dengan begitu, modernisasi dapat menciptakan basis analisis dan interpretasi yang kuat serta penerapan sistem informasi data dan analisis yang lebih cepat, tentunya juga dapat meningkatkan kemampuan respons yang lebih cepat dan efektif.
Hingga saat ini, Badan Geologi mengoperasikan 74 pos pengamatan gunung api yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Marapi di Sumatera Barat, dan Gunung Dukono di Maluku Utara.
Wafid juga mengungkapkan perlunya penambahan titik-titik pemantauan di beberapa lokasi guna pemantauan yang lebih akurat hingga pemberian peringatan dini yang efektif. Dengan begitu akan berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat.
"Beberapa lokasi sudah kami survei, kemudian perlu titik-titik pemantauan, perlu pemasangan peralatan seismik maupun deformasi di sekitar puncak gunung api, itu akan terus kami lakukan," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
