Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2024 | 01.00 WIB

Ini Upaya yang Dilakukan Badan Geologi untuk Pantau Gunung Api, Simak Penjelasannya

Muhammad Wafid selaku kepala Badan Geologi saat tampil di hadapan publik. (Geologi.esdm.go.id)

JawaPos.com – Sebanyak 160 sistem pemantauan bencana geologi gunung api telah dimodernisasi oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya dalam mengurangi dampak erupsi.

"Pada 2023, kami melakukan modernisasi 160 peralatan sistem pemantauan bencana geologi dan pengembangan enam pos pengamatan gunung api " ujar Muhammad Wafid selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM.

Sistem pemantauan yang dimodernisasi ini mencakup peralatan canggih seperti seismometer, GPS, tiltmeter, CCTV, kamera IR/thermal, dan perangkat pendukung stasiun pemantauan, menciptakan lanskap pemantauan bencana geologi yang sangat mutakhir.

Wafid juga menambahkan bahwa tak hanya sistem peralatan saja, Badan Geologi juga melakukan modernisasi terhadap teknologi informasi agar lebih cepat dan realtime masuk ke dalam dashboard pemantauan.

Sistem pemantauan yang dimiliki oleh Badan Geologi ini juga langsung terhubung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adanya hal tersebut diharapkan mampu menciptakan efektivitas sistem pendeteksi dini, serta dapat memberikan informasi bencana yang cepat dan akurat kepada masyarakat untuk mencegah dampak buruk terjadi.

Dengan begitu, modernisasi dapat menciptakan basis analisis dan interpretasi yang kuat serta penerapan sistem informasi data dan analisis yang lebih cepat, tentunya juga dapat meningkatkan kemampuan respons yang lebih cepat dan efektif.  

Hingga saat ini, Badan Geologi mengoperasikan 74 pos pengamatan gunung api yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Marapi di Sumatera Barat, dan Gunung Dukono di Maluku Utara.

Wafid juga mengungkapkan perlunya penambahan titik-titik pemantauan di beberapa lokasi guna pemantauan yang lebih akurat hingga pemberian peringatan dini yang efektif. Dengan begitu akan berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat.

"Beberapa lokasi sudah kami survei, kemudian perlu titik-titik pemantauan, perlu pemasangan peralatan seismik maupun deformasi di sekitar puncak gunung api, itu akan terus kami lakukan," pungkasnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore