
sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Fajar R Vesky/Anggota DPRD Kab. 50 Kota)
JawaPos.com-Fenomena Sinkhole Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, belum bisa dianggap aman. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, lubang runtuhan yang terbentuk di kawasan tersebut masih berpotensi melebar, terutama ke arah Tenggara–Barat Laut, seiring berlangsungnya proses erosi dari dalam tanah.
Peringatan itu disampaikan berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan Badan Geologi selama tiga hari, 9–11 Januari 2026. Dari hasil peninjauan lapangan dan uji laboratorium, sinkhole ini dikategorikan sebagai pseudokarst atau kars semu, dengan mekanisme pembentukan yang berbeda dari sinkhole pada umumnya.
Dalam kajian itu, disebutkan bahwa Sinkhole Situjuah masih ada kemungkinan melebar terutama ke arah Tenggara – Barat Laut. Jarak Aman dari tepi Sinkhole adalah 17 meter ke arah Barat Daya-Timur Laut dan 30 meter ke arah Tenggara-Barat Laut.
"Angka ini masih sementara dan perlu penelitian lebih lanjut," bunyi Hasil Kaji Cepat Fenomena Sinkhole di Nagari Situjuah Batua, dikutip Minggu (25/1).
Sementara itu, dalam kajian itu disebutkan bahwa Sinkhole Situjuah terbentuk di material vulkanik, bukan di batugamping. Proses erosi internal masih berlangsung dan berpotensi memperbesar rongga di bawah permukaan.
Potensi pelebaran dipicu oleh keberadaan sungai bawah tanah yang terus mengalir di dalam material tuf-lapili. Aliran air ini menyebabkan erosi buluh, yaitu pengikisan tanah dari dalam secara perlahan hingga membentuk rongga besar yang melemahkan stabilitas lapisan di atasnya.
Badan Geologi juga membuka kemungkinan munculnya sinkhole baru di sekitar lokasi. Meski demikian, kemunculannya diperkirakan tidak massal dan bersifat lokal-setempat, terutama di sepanjang jalur sungai bawah tanah.
Sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka di sisi Barat Daya sinkhole dinilai lebih rentan dibandingkan wilayah di sisi Timur Laut. Karena itu, jalur-jalur berpotensi rawan disarankan untuk segera diinventarisasi secara rinci menggunakan pendekatan geofisika seperti geolistrik dan georadar.
Dalam kajiannya, Badan Geologi menawarkan dua opsi penanganan. Pertama, sinkhole dibiarkan terbuka dan berkembang secara alami dengan pengaturan ketat terhadap aliran udara dan air, serta penetapan radius aman yang terukur.
Kedua, dilakukan upaya pencegahan agar sinkhole tidak melebar melalui penguatan tebing dengan rekayasa teknik sipil dan pengaturan debit air sungai bawah tanah agar tidak mempercepat erosi.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman, tidak mempercayai isu air berkhasiat, serta segera melapor jika menemukan gejala awal seperti retakan tanah, amblesan kecil, atau perubahan aliran air.
“Laporkan jika menemukan gejala gejala awal sinkhole. Jaga jarak aman dari sinkhole yang sudah ditetapkan Badan Geologi. Ikuti Arahan dari pemerintah dan ahli geologi,” tegas Badan Geologi. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022