Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 15.00 WIB

Audit TI Kritis, ISACA Tegaskan Keamanan Siber Perdagangan Digital

Rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang didahului oleh kegiatan Monthly Talk & Sharing Session (MTS) di Jakarta, Kamis (5/3). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang didahului oleh kegiatan Monthly Talk & Sharing Session (MTS) di Jakarta, Kamis (5/3). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - ISACA Indonesia Chapter menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, serta ketahanan siber seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Penegasan tersebut mengemuka dalam rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang didahului oleh kegiatan Monthly Talk & Sharing Session (MTS) di Jakarta, Kamis (5/3).

Dalam diskusi bertema transformasi perdagangan di era digital, mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyoroti perubahan signifikan dalam pola bisnis akibat percepatan adopsi teknologi.

Ia menilai digitalisasi tidak sekadar menghadirkan inovasi produk atau memperluas kanal distribusi, tetapi juga menuntut penguatan aspek governance, risk management, dan compliance (GRC), termasuk kesiapan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ISACA Indonesia, Harun Al Rasyid, menekankan bahwa posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital sangat ditentukan oleh keandalan sistem informasi dan kemampuan mengelola risiko siber secara efektif.

“Ancaman digital makin kompleks. Karena itu, standar kompetensi profesi, praktik audit TI, serta kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Harun menilai peran audit TI ini jauh lebih penting dari sebelumnya karena saat ini semuanya berbasis teknologi. Terlebih, semua proses bisnis perdagangan sering dilakukan melalui e-commerce dengan memakai teknologi.

“Jadi IT Audit ini rasanya semakin strategis dan semakin penting. Dan challenge terbesarnya adalah bagaimana membangun kompetensi untuk bisa melakukan audit di bidang TI ini secara benar. Itu tantangan pertama. Dan itu justru tugas kami dari ISACA untuk bisa membantu, mengenalkan dan mengajarkan sharing untuk bisa membangun kapabilitas manusia di bidang IT Audit,” jelas dia.

Tak hanya itu, forum tersebut juga membahas pentingnya membangun ketahanan siber (cyber resilience) yang terintegrasi. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, dan asosiasi profesi dipandang penting untuk mempersempit celah keamanan sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi di tengah meningkatnya volume transaksi digital.

Setelah sesi MTS, AGM 2026 dilanjutkan dengan pembahasan laporan kinerja organisasi dan rencana strategis ke depan. ISACA Indonesia memaparkan berbagai pencapaian, mulai dari program peningkatan kompetensi, ekspansi jejaring profesional, hingga inisiatif edukasi di bidang GRC dan audit sistem informasi. Agenda ini juga menjadi wadah pertanggungjawaban pengurus serta ruang bagi anggota untuk terlibat dalam penentuan arah kontribusi organisasi.

Ke depan, ISACA Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung industri menghadapi era digital. Upaya tersebut akan difokuskan pada penguatan standar praktik terbaik tata kelola TI dan manajemen risiko, guna menopang transformasi perdagangan nasional yang semakin bertumpu pada platform digital sekaligus menjaga keamanan dan keberlanjutan ekosistemnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore