Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 04.15 WIB

Badan Geologi Ungkap Penyebab Gempa Kupang Adalah Aktivitas Sesar Aktif, Akibatkan Kerusakan Kantor Pemda

Gedung kantor Gubernur NTT yang alami keretakan akibat gempa Kupang (Sumber foto: Antara/Kornelis Kaha) - Image

Gedung kantor Gubernur NTT yang alami keretakan akibat gempa Kupang (Sumber foto: Antara/Kornelis Kaha)

 
JawaPos.com - BMKG menginformasikan, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 6,6. Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 123,76 Bujur Timur dan 10,3 Lintang Selatan, atau sekitar 24 km tenggara Kupang pada Kamis (2/11) pukul 04.04 WIB.
 
Menurut Badan Geologi, gempa bumi di Kupang NTT tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal mengarah timur laut hingga barat daya. Gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami.
 
"Kejadian gempa bumi itu tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (2/11) seperti dikutip dari Antara.
 
 
Wafid menambahkan daerah permukiman yang mengalami gempa bumi tersebut tersebar di kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi, menengah, dan rendah.
 
"Morfologi daerah di sekitar pusat gempa bumi umumnya adalah dataran hingga dataran bergelombang, serta bukit bergelombang hingga perbukitan terjal," imbuh Wafid.
 
Ia juga menjelaskan wilayah Kupang tersusun oleh jenis tanah keras hingga sedang, dan sebagian oleh tanah lunak. 
 
"Batuan penyusunnya dominan batuan tersier (batuan sedimen dan batu gamping) dan endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai dan sungai," tambah Wafid.
 
Endapan kuarter dan batuan yang mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak, sehingga memperkuat efek guncangan.
 
 
Di area perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun dari batuan pelapukan, bisa berpotensi terjadi gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
 
Dengan morfologi wilayah dan susunan batuan yang demikian, Kupang termasuk dalam daerah rawan gempa bumi.
 
"Kabupaten dan Kota Kupang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi," tegas Wafid.
 
Ia membeberkan data bahwa wilayah Kupang dan sekitarnya pernah mengalami gempa bumi kuat pada tahun 1975 dan 2004.
 
 
Sementara itu, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa Kupang tersebut, baik itu di wilayah kota maupun kabupaten.
 
"Setidaknya ada empat gedung yang rusak di Kota Kupang dan di Oelamasi (Kabupaten Kupang), tetapi masih harus dipastikan lagi," kata Kepala BPBD Kota Kupang, Elsje Sijon.
 
Elsje menambahkan Kantor Pusat Bank NTT dan Kantor Gubernur setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan. Meskipun demikian, sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore