Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2020 | 19.44 WIB

Film Dokumenter Netflix Tayang di TVRI

Netflix - (Spinach) - Image

Netflix - (Spinach)

JawaPos.com - Komisi X DPR mendesak pemerintah untuk memperjelas panduan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Bukan hanya soal sarana dan prasarana, tapi juga aturan jam masuk. Desakan itu juga mencakup perbaikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih diterapkan.

Hal tersebut diputuskan setelah rapat dengar pendapat antara Komisi X DPR dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo kemarin (17/6). Dalam rapat tersebut, suara anggota dewan sempat terpecah.

Tak jarang yang meminta keputusan pembukaan sekolah itu ditunda. Alasannya, kegiatan tersebut terlalu berisiko bagi anak. Namun, banyak juga yang mendukung dengan landasan sekolah yang buka itu berada di zona hijau.

Zona hijau dinilai aman karena sebagian besar daerah tersebut belum memiliki kasus Covid-19. Meski begitu, Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf meminta pemerintah segera menyusun protokol yang jelas untuk kegiatan pembelajaran tatap muka. Protokol tersebut harus sejalan dengan protokol kesehatan. Selain itu, koordinasi antara pusat dan pemda harus diperkuat. ”Perlu dibahas detail dan komprehensif guna mencegah adanya klaster baru di sekolah,” ujarnya.

Komisi X juga mendorong dibentuknya tempat belajar alternatif yang aman. Nanti tempat itu dapat dimanfaatkan oleh para orang tua yang harus kembali bekerja, sementara anak-anaknya tetap harus menjalani PJJ. Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian mengistilahkannya dengan emergency student care. Tujuannya, memfasilitasi orang tua yang tak dapat mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah karena harus kembali bekerja. ”Opsi lainnya bisa dilakukan dengan membuat tempat penitipan anak di kelurahan atau desa yang berbasis komunitas,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Dalam kesempatan itu, ketua gugus tugas menjelaskan alasan sekolah di zona hijau diizinkan untuk beroperasi. Menurut dia, Kemendikbud mendapat banyak masukan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan orang tua. Dari semua masukan dan arahan Presiden Joko Widodo, akhirnya diputuskan belajar dari rumah masih menjadi prioritas. Karena itu, hanya sekolah di zona hijau yang diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan sejumlah ketentuan. ”Ini pun para orang tua murid dibenarkan untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti belajar tatap muka bila keberatan,” jelasnya.

Baca juga: Kemendikbud Gandeng Netflix Siarkan Film Dokumenter di TVRI

Pada tahun ajaran baru nanti, 94 persen siswa masih harus belajar dari rumah. Kemendikbud telah menyiapkan sejumlah opsi untuk menyempurnakan kegiatan PJJ. Yang pasti, bakal ada tayangan-tayangan baru di TVRI. Tak hanya mengenai pembelajaran dasar, tapi juga film-film dokumenter Netflix yang mengedukasi.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, mulai 20 Juni 2020 film-film dokumenter persembahan Netflix akan tayang perdana di TVRI. Film-film tersebut hadir setiap Sabtu pukul 21.30 WIB serta tayang ulang setiap Minggu dan Rabu pada pukul 09.00 WIB. Program Belajar dari Rumah melalui televisi fokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, penumbuhan karakter, dan perluasan wawasan kebudayaan. Nadiem menyatakan terbuka terhadap konten positif, baik dari Indonesia maupun mancanegara.

”Program Belajar dari Rumah di TVRI ditujukan untuk membantu peserta didik, orang tua, dan guru yang memiliki keterbatasan akses internet, baik karena kendala ekonomi maupun geografis,” katanya.

Wakil Presiden Konten Original Bahasa Lokal Netflix Bela Bajaria mengatakan, dalam kerja sama itu Netflix menawarkan berbagai jenis pilihan tayangan. Mulai film-film pemenang penghargaan, serial televisi untuk anak-anak dan keluarga, hingga tayangan dokumenter. Misalnya, film Our Planet, Street Food: Asia, hingga Tidying Up with Marie Kondo. ”Dokumenter-dokumenter tersebut akan ditayangkan dengan terjemahan bahasa Indonesia,” ungkapnya. Menurut dia, banyak pelajaran yang bisa didapat dari film-film tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=OB3snCbdMjo

 

https://www.youtube.com/watch?v=5zOWBDEezEE

 

https://www.youtube.com/watch?v=LnUuuwJMF-k

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore