Luca Marini. (Instagram @lucamarini10)
JawaPos.com – Luca Marini menampilkan performa impresif bersama Honda pada Grand Prix San Marino.
Dilansir dari laman Crash pada Jum'at (19/9), Pembalap tim Honda HRC Castrol itu menunjukkan kecepatan luar biasa di tikungan 11 Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli. Tikungan tersebut dikenal sebagai salah satu tantangan terbesar bagi para pembalap MotoGP.
Marini mengungkapkan bahwa Honda terkesan dengan catatan waktunya di area tersebut. Data menunjukkan dirinya mampu melaju lebih cepat dibanding pembalap lain, termasuk Marc Marquez. Padahal, Honda sebelumnya kerap kesulitan di tikungan ini bersama Marquez setiap musim.
Baca Juga: Honda Dinilai Alami Kemajuan Luar Biasa Usai Luca Marini Capai 5 Besar di MotoGP Hungaria 2025
Pembalap asal Italia itu menjelaskan bahwa tikungan 11 menuntut kecepatan dan keberanian tinggi.
Dengan gigi enam, pengendara hanya mengurangi gas sedikit sebelum kembali menambah tenaga. Marini menyebut pengalaman sejak Moto2 membantunya terbiasa dengan karakter tikungan yang mengintimidasi.
Ia menegaskan bahwa tikungan cepat sisi kanan selalu menjadi kekuatannya di setiap sirkuit. Menurutnya, hal ini menjadi alasan utama mengapa Honda memberikan apresiasi atas penampilannya. Marini bahkan merasa hebat setiap kali melintasi tikungan tersebut.
Baca Juga: Honda Raih Hasil Sprint Terbaik pada Motogp Hungaria 2025 Berkat Penampilan Luca Marini dan Joan Mir
Meski percaya diri, Marini mengakui tidak bisa menekan terlalu agresif di area itu. Ia mengatakan tikungan tersebut bukan tempat untuk melakukan serangan langsung kepada lawan. Namun, catatan waktunya tetap memberi keuntungan sepersepuluh detik pada putaran balapan.
Dalam balapan di Misano, Marini memanfaatkan keunggulan ini untuk menyalip Fabio Quartararo.
Aksi tersebut mengantarnya naik ke posisi ketujuh, sementara Quartararo turun dari posisi keempat ke kedelapan.
Kecepatan stabil Marini membuktikan kemampuannya mengendalikan motor Honda di lintasan menantang.
Honda menilai penampilan Marini sebagai langkah positif dalam pengembangan motor mereka. Konsistensi dan adaptasi cepatnya memberi harapan bagi tim menghadapi seri-seri berikutnya.
Marini juga menunjukkan bahwa potensi Honda masih besar jika dimaksimalkan dengan pembalap berani dan terampil.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
