
Ilustrasi: Fasilitas di pusat kebugaran. (Istimewa)
JawaPos.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini tecermin dari semakin maraknya pusat kebugaran yang tumbuh di berbagai kota besar.
Mau yang harga murah sampai yang mahal, ada. Hal tersebut cukup memberikan gambaran kalau masyarakat saat ini, cenderung sadar akan menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani mereka.
Tujuannya memang beragam. Ada yang candu mengejar estetika dan bentuk tubuh yang ideal, ada yang atletis, atau hanya ingin sekadar sehat dan bergerak.
Salah satunya Anytime Fitness yang baru saja meresmikan klub ke-50 di Citimall Cimanggis, Depok. Fenomena ini menggambarkan bagaimana olah raga kini bukan lagi sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian dari gaya hidup modern.
Data internal Anytime Fitness menunjukkan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah klub mereka melonjak tiga kali lipat, dari 18 pada awal 2024 menjadi mendekati 60 pada September 2025.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses kebugaran yang fleksibel dan terjangkau. Kami ingin menjadi mitra jangka panjang dalam perjalanan hidup sehat masyarakat,"ujar Chinie Nepomuceno Concepcion, President Director Anytime Fitness Indonesia, saat peresmian klub terbaru belum lama ini.
Tren serupa juga terlihat di tingkat regional. Anytime Fitness Asia baru saja merayakan pencapaian 500 klub di kawasan Asia melalui pembukaan serentak di delapan negara. Kehadiran jaringan internasional ini menjadi penanda bahwa sektor kebugaran semakin diminati, baik oleh konsumen maupun investor.
Menurut Nick Cowpar, Chief Commercial Officer Anytime Fitness Asia, pertumbuhan tersebut tidak hanya berfokus pada ekspansi jaringan, tetapi juga membangun komunitas yang inklusif. "Kami menyambut semua orang, dari pemula hingga atlet berpengalaman. Bagi kami, kebugaran adalah perjalanan seumur hidup, bukan sekadar tren," jelasnya.
Bagi banyak orang dengan rutinitas padat, fleksibilitas waktu dan dukungan teknologi menjadi alasan utama memilih pusat kebugaran modern. Hal ini selaras dengan pola hidup perkotaan yang menuntut efisiensi, sekaligus kebutuhan menjaga kesehatan jangka panjang.
Selain itu, kehadiran 50 klub Anytime Fitness di Indonesia hanyalah salah satu contoh dari geliat industri kebugaran yang semakin kompetitif. Dalam lima tahun terakhir, muncul berbagai studio olah raga, pusat yoga, hingga aplikasi fitness digital yang ikut meramaikan pasar.
Perubahan gaya hidup ini memperlihatkan bahwa olah raga tidak lagi hanya diasosiasikan dengan kalangan tertentu. Kini, masyarakat luas mulai menjadikan kebugaran sebagai investasi penting untuk kesehatan dan kualitas hidup.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
