Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 19.39 WIB

Jepang Gunakan Yoga dan Meditasi di Penjara untuk Cegah Narapidana Mengulangi Kejahatan

Takuro Tanimoto, profesor di Universitas Bukkyo, mengajarkan mindfulness kepada para narapidana di Okazaki, Prefektur Aichi, pada 22 Desember 2025. (Kyodo) - Image

Takuro Tanimoto, profesor di Universitas Bukkyo, mengajarkan mindfulness kepada para narapidana di Okazaki, Prefektur Aichi, pada 22 Desember 2025. (Kyodo)

JawaPos.com - Penjara di Jepang mulai menggunakan mindfulness, termasuk yoga dan meditasi, sebagai bagian dari upaya membantu narapidana mengelola pikiran dan emosi mereka. Metode tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan mengendalikan diri sekaligus membantu mencegah narapidana kembali melakukan tindak pidana.

Dilansir dari Kyodo, Selasa (15/9), penerapan mindfulness semakin meluas di lembaga pemasyarakatan dan fasilitas pembinaan anak di Jepang. Praktik yang menggunakan teknik seperti meditasi dan yoga untuk menenangkan pikiran tersebut dinilai berpotensi memainkan peran lebih besar setelah Jepang mengubah sistem pemidanaannya pada 2025 dengan menekankan rehabilitasi.

"Buka napas melalui hidung, lalu hembuskan. Tarik napas lagi, kemudian keluarkan perlahan," demikian instruksi yang diberikan dalam sesi meditasi di Penjara Medis Okazaki, Jepang tengah.

Tiga narapidana mengikuti instruksi tersebut dalam sebuah sesi meditasi yang merupakan bagian dari uji coba mindfulness di fasilitas tersebut. Penjara Medis Okazaki di Prefektur Aichi menampung narapidana dengan disabilitas fisik maupun mental.

Program yang berlangsung selama dua bulan itu menjadi uji coba pertama penggunaan mindfulness di penjara medis Jepang. Dalam sesi yoga dan meditasi selama sekitar 40 menit pada Desember tahun lalu, Takuro Tanimoto, profesor madya di Bukkyo University di Kyoto, membimbing para narapidana melakukan berbagai latihan untuk membantu mereka menyadari pikiran dan emosi masing-masing.

"Ada ruang yang cukup besar untuk penggunaan mindfulness secara lebih luas," kata Tanimoto yang memimpin program tersebut.

Salah seorang narapidana laki-laki berusia 40-an mengatakan teknik pernapasan yang dipelajarinya membantunya menghadapi situasi sulit tanpa selalu bergantung pada petugas penjara.

"Sebelumnya, setiap kali merasa gelisah, saya akan berbicara dengan petugas penjara yang bertanggung jawab. Sejak mempelajari teknik pernapasan ini, saya bisa menenangkan diri dan melewati saat-saat sulit sendiri," ujarnya kepada wartawan setelah sesi tersebut.

Menurut Tanimoto, mindfulness membantu seseorang mengambil jarak dari pikiran dan emosinya sehingga dapat melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Latihan seperti yoga dan meditasi juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi serta mengurangi stres.

Mulai Diterapkan Sejak 2011

Mindfulness berakar dari ajaran Buddha, tetapi mulai menyebar luas, terutama di Amerika Serikat, sejak 1970-an setelah diadaptasi menjadi praktik kesehatan mental tanpa unsur keagamaan. Di Jepang, metode tersebut juga telah digunakan dalam pelatihan perusahaan dan layanan kesehatan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore