
Ilustrasi: Orang dengan kebiasaan emotional eating (DC Studio-Freepik)
JawaPos.com - Stres dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam berbagai cara, termasuk pola makan. Bagi sebagian orang, makanan menjadi pelarian untuk meredakan emosi yang tidak nyaman, seperti cemas, marah, atau sedih.
Kebiasaan ini sering disebut emotional eating, yaitu makan bukan karena lapar fisik, melainkan untuk memenuhi kebutuhan emosional. Meskipun tampak seperti solusi instan, kebiasaan ini dapat memunculkan pola-pola tertentu yang justru memperburuk kondisi fisik maupun mental.
Melansir Blog Herald, berikut adalah delapan kebiasaan yang biasanya muncul pada orang yang menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres, menurut psikologi.
1. Mengidam Makanan "Comfort Food"
Baca Juga: Tumbuhnya Sepak Bola Jalanan Bandung di Tengah Maraknya Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia
Saat stres, seseorang cenderung menginginkan makanan yang memberikan rasa nyaman, seperti makanan tinggi gula, lemak, atau karbohidrat.
Contohnya, cokelat, keripik, atau makanan cepat saji. Makanan ini memberikan efek sementara yang membuat mereka merasa lebih baik, tetapi tidak menyelesaikan akar masalah.
2. Melewatkan Waktu Makan
Sebaliknya, beberapa orang justru kehilangan nafsu makan dan melewatkan waktu makan. Ini sering disebabkan oleh perasaan cemas atau beban emosional yang terlalu berat, sehingga mereka tidak memprioritaskan kebutuhan fisik mereka.
3. Makan dengan Cepat
Baca Juga: 4 Zodiak yang Memiliki Tekad Kuat Sehingga Tidak Ada yang Dapat Menghalangi Mereka Meraih Kesuksesan
Makan secara terburu-buru tanpa benar-benar menikmati makanan adalah kebiasaan lain yang sering muncul. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang ingin segera merasa "lega" dari stres yang mereka rasakan, sehingga mereka makan tanpa memperhatikan rasa kenyang.
4. Kritik Diri Berlebihan
Setelah makan dalam jumlah besar atau memilih makanan yang tidak sehat, orang sering kali merasa bersalah dan mengkritik diri sendiri.
Pikiran seperti "Saya tidak bisa mengendalikan diri" atau "Ini salah saya" menjadi pola yang terus berulang, yang justru memperburuk kondisi mental mereka.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
