Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 02.30 WIB

Tumbuhnya Sepak Bola Jalanan Bandung di Tengah Maraknya Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Kegiatan Friday Football Street di Kota Bandung yang memanfaatkan fasilitas publik di malam hari. (X ZenRS) - Image

Kegiatan Friday Football Street di Kota Bandung yang memanfaatkan fasilitas publik di malam hari. (X ZenRS)

 
JawaPos.com - Erick Thohir selaku Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) sampai saat ini masih menjalankan program naturalisasi bagi pemain diaspora sepak bola Benua Eropa yang memiliki darah keturunan Indonesia. Program naturalisasi ini sudah berjalan hampir lima tahun dan menyajikan pro dan kontra di masyarakat.

Pengamat sepak bola Indonesia ramai-ramai berpendapat bahwa tujuan besar sepak bola Indonesia tidak bisa hanya didapat melalui program yang instan saja. Pembinaan usia dini juga diperlukan di tengah maraknya pemain naturalisasi yang sudah memiliki jam terbang tinggi di Benua Eropa, seperti Belanda, Inggris, dan Italia.

Pembinaan usia dini, fasilitas latihan yang memadai, dan regulasi jelas untuk seluruh klub Liga Sepak Bola Indonesia idealnya dapat tersaji dalam sebuah road map yang sampai saat ini Erick Thohir belum mampu rilis. Di tengah maraknya naturalisasi, sekelompok anak muda dari Bandung membangkitkan lagi semangat bermain sepak bola jalanan.

Sepak bola jalanan di Indonesia identik dengan permainan anak kecil di sore hari menjelang maghrib, berbekal sendal sebagai gawang dan bola plastik sebagai alat permainan. Permainan akan usai apabila Adzan Maghrib berkumandang dari kejauhan. Permainan ini lestari dari generasi ke generasi selanjutnya.

Sama halnya dengan tujuan terbentuknya Friday Football Street di Bandung. Melalui laman instagram resminya, pihak Friday Football Street menyatakan bahwa terbentuknya komunitas ini bertujuan untuk menyalurkan energi dan gairah anak muda, khususnya di setiap hari Jumat, dapat memanfaatkan fasilitas di ruang publik dengan aman.

Selain untuk menyalurkan gairah anak muda, hadirnya Friday Football Street Bandung juga untuk para pemuda dapat saling berinteraksi, bermain, dan menjalin persahabatan tanpa perlu fasilitas mewah. Taman, trotoar, atau arena terbuka lainnya dapat diubah sementara di hari Jumat untuk menyalurkan hal ini.

Tidak hanya menjadi sarana atau wadah tempat olahraga, Friday Football Street juga merupakan wadah untuk menambah relasi tanpa memandang usia, status sosial, dan latar belakang. Setiap orang yang bergabung dalam kegiatan dapat berbagai pengalaman dan memperluas jaringan pertemanan. Inklusifitas dijunjung tinggi dalam kelompok ini.

“Aktifitas yang diciptakan oleh Friday Football Street ini penting untuk mengaktifkan lagi naluri sapiens untuk bersosialisasi di ruang-ruang konkret yang sudah sekian lama terhalangi media sosial. Abaikan dulu soal ‘hak atas ruang’, ‘hak atass kota’, ini tentang menghabiskan waktu luang untuk bercakap dengan sesama warga”, tulis Zen RS, Editor in Chief, Narasi TV di Instagram pribadinya.

Dikutip dari pernyataan Zen RS, yang mengingatkan jika sepak bola adalah alat perjuangan, komunitas ini mengingatkan bahwa ada perspektif selain perjuangan hal-hal besar seperti kejayaan bangsa atau nasionalisme, tetapi juga tentang mengusahakan hal-hal yang dekati tanpa terdikte harga karcis.

“Bandung memang tidak selalu yang pertama, tapi pemuda Bandung peka terhadap apa yang terjadi dan keresahan di ruang lingkup sosial mereka. Panjang umur hal-hal baik,” cuit akun @Pelaripalsu di media sosial X menanggapi kegiatan Friday Football Street.

Tidak hanya mengajak warga dari berbagai usia bermain sepak bola di ruang terbuka untuk saling adu bakat, tetapi Friday Football Street juga melakukan kegiatan sosial lainnya. Salah satunya adalah perpus keliling. Upaya Friday Football Street dalam meningkatkan literasi anak muda di Kota Bandung perlu mendapat apresiasi karena memanfaatkan ruang publik.

Friday Football Street Bandung biasa melakukan kegiatan perpustakaan keliling dan sepak bola jalanan di Taman Musik Centrum Bandung. Peminatnya semakin lama semakin banyak karena memanfaatkan ruang publik dan interaksi satu sama lain. Friday Football Street juga menumbuhkan inspirasi di kota-kota lain, seperti Jakarta. 

Di Jakarta sendiri mulai tumbuh sepak bola jalanan yang diinisiasi oleh Blok M Boys, dengan tajuk “Street Soccer Night”. Komunitas ini mengajak anak muda Jakarta untuk melestarikan budaya masa kecil untuk bermain sepak bola di ruang publik, seperti Terminal Blok M. Yang membedakan adalah komunitas ini sudah tumbuh dari jauh hari.

Blok M Boys menyediakan fasilitas untuk bermain musik, berkreasi seni, dan mengekspresikan kegemaran anak muda tanpa perlu memikirkan biaya. Ajakan Fun Ride, jamming session, Live Painting, Menjajakan usaha di fasilitas yang disediakan sudah menjadi budaya yang diupayakan dalam komunitas ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore