
Ilustrasi perilaku sesorang yang sedang empati menurut psikologi.
JawaPos.com – Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan emosi orang lain seolah-olah mengalaminya sendiri. Orang demikian sering kali memiliki ciri-ciri perilaku yang mencerminkan kepekaan emosional dan keterhubungan mendalam dengan sesama.
Orang dengan empati tinggi tidak hanya mendengarkan, tetapi juga merespons dengan perhatian yang tulus. Psikologi menjelaskan bahwa perilaku ini berasal dari kapasitas otak untuk membangun koneksi sosial yang kuat, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi orang-orang di sekitarnya.
Dilansir dari geediting.com pada Minggu (29/12), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri perilaku orang yang memiliki empati sangat tinggi menurut Psikologi.
1. Mendengarkan dengan sepenuh hati
Dalam lautan kebisingan informasi, seseorang yang benar-benar mendengarkan bagaikan angin segar. Mendengarkan secara aktif bukan sekadar mengangguk sambil orang lain berbicara, melainkan memberikan perhatian penuh.
Mereka fokus memahami pikiran dan perasaan, bukan sekadar menangkap kata-kata. Tidak menyela atau mengalihkan percakapan ke diri sendiri, mereka justru membiarkan orang lain mengungkapkan diri sepenuhnya dengan respon yang menunjukkan pemahaman mendalam.
2. Membaca bahasa tubuh dengan tajam
Orang-orang empati memiliki kemampuan luar biasa menangkap sinyal non-verbal. Mereka mampu mendeteksi perubahan halus dalam komunikasi tanpa verbal.
Penelitian menunjukkan 80% komunikasi berlangsung lewat bahasa tubuh, dan mereka sangat peka membaca pertanda tersembunyi. Mereka melihat jauh melampaui ucapan, memahami emosi yang tersimpan di balik kata-kata.
3. Merasakan emosi secara mendalam
Empati bukan sekadar memahami emosi, melainkan turut merasakan. Neurosains menemukan bahwa mirror neurons memungkinkan seseorang ikut merasakan apa yang dialami orang lain.
Ketika seseorang bahagia, sedih, atau marah, mereka akan ikut merasakan gema emosi tersebut. Mereka tidak sekadar pengamat, tetapi ikut berpartisipasi dalam kehidupan emosional sekitarnya.
4. Keramahan yang tulus
Keramahan mereka bukan sekadar tindakan sesaat atau pertunjukan untuk menarik perhatian. Ini adalah bagian integral dari karakter mereka. Mereka rela memberikan kata-kata penghibur, membantu yang membutuhkan, atau sekadar mendengarkan tanpa pamrih.
Kebaikan mereka tidak bergantung pada siapa orangnya atau apa yang akan mereka terima sebagai balasan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
