Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 19.39 WIB

Menyamakan Kebahagiaan dengan Barang Mewah: 8 Perilaku Orang yang Berpikir Uang Bisa Membeli Kebahagiaan Menurut Psikologi

ilustrasi seseorang yang meyakini uang dapat membeli kebahagiaa. (freepik) - Image

ilustrasi seseorang yang meyakini uang dapat membeli kebahagiaa. (freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, tidak bisa disangkal bahwa uang memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan.

Namun, ada anggapan bahwa uang bisa sepenuhnya membeli kebahagiaan, yang memunculkan sejumlah perilaku unik pada individu yang memegang keyakinan ini.

Menurut studi dalam psikologi, cara orang yang meyakini hal ini bertindak sering kali menunjukkan pola yang menarik dan terkadang kontraproduktif.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (12/12), terdapat delapan perilaku utama mereka:

1. Menyamakan Kebahagiaan dengan Barang Mewah

Orang yang percaya bahwa uang bisa membeli kebahagiaan sering kali memiliki kecenderungan untuk menghubungkan kebahagiaan dengan kepemilikan barang-barang mewah.

Mereka mungkin membeli mobil mahal, rumah besar, atau pakaian bermerek untuk menunjukkan status mereka.

Menurut psikologi, perilaku ini disebut sebagai materialisme simbolik, di mana individu mencari validasi eksternal untuk merasa bahagia.

Penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan yang diperoleh dari barang material biasanya bersifat sementara.

Setelah euforia awal mereda, individu cenderung kembali ke tingkat kebahagiaan yang sama seperti sebelumnya (hedonic treadmill).

2. Mendewakan Pekerjaan yang Menghasilkan Uang Banyak

Mereka cenderung memilih pekerjaan berdasarkan potensi penghasilannya, bukan berdasarkan minat atau nilai pribadi.

Dalam jangka pendek, hal ini mungkin memberi kepuasan finansial, tetapi sering kali mengorbankan kebahagiaan jangka panjang.

Psikologi menunjukkan bahwa ketika pekerjaan hanya dilihat sebagai sumber penghasilan, rasa keterpenuhan (job satisfaction) cenderung lebih rendah.

Hal ini dapat menyebabkan burnout atau bahkan depresi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore