Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 01.38 WIB

Merasa Tidak Beruntung? 7 Kebiasaan Ini Membuktikan Anda Menciptakan Keberuntungan Anda Sendiri Menurut Psikologi

seseorang yang merasa tidak beruntung / foto: Magnific/tirachardz - Image

seseorang yang merasa tidak beruntung / foto: Magnific/tirachardz

JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa keberuntungan adalah sesuatu yang datang secara kebetulan. Ada yang merasa lahir di bawah “bintang yang tepat”, bertemu orang yang tepat pada waktu yang tepat, atau mendapatkan peluang besar karena faktor keberuntungan semata.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa keberuntungan sering kali bukan hanya soal nasib. Cara seseorang berpikir, bertindak, dan merespons situasi dapat meningkatkan kemungkinan munculnya peluang positif dalam hidup. Dengan kata lain, sebagian orang terlihat “beruntung” karena mereka memiliki kebiasaan yang membuat mereka lebih siap menangkap kesempatan.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai menciptakan keberuntungan — bukan berarti mengendalikan semua kejadian dalam hidup, tetapi membangun pola perilaku yang membuat peluang baik lebih sering muncul.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (22/6), terdapat 7 kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang yang tampak lebih beruntung menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Selalu Terbuka Terhadap Peluang Baru

Orang yang merasa tidak beruntung sering kali memiliki pola pikir yang tertutup. Mereka melihat dunia melalui pengalaman buruk sebelumnya:

“Saya memang tidak pernah berhasil.”
“Kesempatan bagus selalu datang untuk orang lain.”
“Tidak ada gunanya mencoba.”

Sebaliknya, orang yang menciptakan keberuntungan cenderung memiliki keterbukaan terhadap pengalaman baru (openness to experience).

Mereka bersedia mencoba hal berbeda, bertemu orang baru, mempelajari keterampilan baru, dan menjelajahi kemungkinan yang belum pasti.

Menurut psikologi, semakin luas lingkungan dan pengalaman seseorang, semakin banyak “titik pertemuan” dengan peluang baru.

Contohnya:

Seseorang yang hanya bekerja, pulang, dan mengulangi rutinitas yang sama mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan bertemu peluang besar dibanding seseorang yang aktif mengikuti komunitas, belajar hal baru, atau membangun hubungan dengan orang lain.

Keberuntungan sering muncul ketika seseorang berada di tempat yang memungkinkan peluang terjadi.

2. Mereka Memperhatikan Hal-Hal Kecil yang Orang Lain Lewatkan

Pernahkah Anda merasa ada orang yang selalu menemukan kesempatan?

Mereka bukan selalu lebih beruntung. Mereka sering kali lebih peka terhadap informasi di sekitar mereka.

Dalam psikologi, perhatian manusia memiliki batas. Otak kita menyaring sebagian besar informasi yang masuk agar tidak kewalahan. Akibatnya, kita sering melewatkan peluang karena kita tidak menyadarinya.

Orang yang merasa beruntung biasanya memiliki kebiasaan:

memperhatikan percakapan,
membaca situasi,
bertanya lebih banyak,
mencari pola,
menangkap perubahan kecil.

Misalnya, seseorang mendengar temannya bercerita tentang bisnis baru. Orang lain mungkin hanya mendengar cerita biasa. Tetapi orang yang memiliki pola pikir peluang mungkin berpikir:

“Apakah ada cara saya bisa belajar dari ini?”

Perbedaan kecil dalam cara melihat dunia dapat menghasilkan perbedaan besar dalam hasil hidup.

3. Mereka Berani Mengambil Tindakan Meski Tidak Sempurna

Banyak orang kehilangan keberuntungan bukan karena tidak memiliki peluang, tetapi karena mereka terlalu lama menunggu.

Mereka menunggu:

waktu yang sempurna,
kondisi yang sempurna,
rasa percaya diri yang sempurna.

Masalahnya, kesempatan sering kali datang dalam kondisi yang tidak pasti.

Orang yang tampak beruntung biasanya memiliki kebiasaan bertindak lebih cepat. Mereka memahami bahwa tindakan menciptakan informasi baru.

Ketika mencoba sesuatu, mereka mungkin gagal, tetapi kegagalan tersebut memberikan pengalaman yang membuat langkah berikutnya lebih baik.

Psikologi menyebut ini berkaitan dengan self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan.

Semakin seseorang percaya bahwa tindakannya memiliki pengaruh, semakin besar kemungkinan ia mencoba sesuatu yang membuka peluang baru.

4. Mereka Membangun Hubungan dengan Banyak Orang

Keberuntungan sering datang melalui manusia.

Sebuah peluang kerja, ide bisnis, informasi penting, atau perubahan besar dalam hidup sering kali muncul melalui hubungan sosial.

Orang yang menciptakan keberuntungan biasanya tidak hanya mengandalkan kemampuan pribadi. Mereka membangun jaringan:

menjaga hubungan,
membantu orang lain,
berbagi informasi,
terbuka dalam komunikasi.

Bukan berarti mereka berteman dengan semua orang demi keuntungan pribadi. Mereka memahami bahwa hubungan yang sehat menciptakan lingkungan yang penuh kemungkinan.

Dalam psikologi sosial, jaringan hubungan dapat memperluas akses seseorang terhadap informasi dan kesempatan yang sebelumnya tidak terlihat.

Kadang-kadang “keberuntungan” hanyalah hasil dari berada dalam lingkaran yang tepat.

5. Mereka Mengubah Cara Melihat Kegagalan

Perbedaan besar antara orang yang merasa tidak beruntung dan orang yang menciptakan keberuntungan ada pada cara mereka menafsirkan kegagalan.

Orang dengan pola pikir negatif sering melihat kegagalan sebagai bukti:

“Saya memang tidak mampu.”

Sementara orang yang lebih adaptif melihat kegagalan sebagai informasi:

“Apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?”

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan growth mindset atau pola pikir berkembang.

Mereka memahami bahwa hasil buruk bukan selalu akhir dari cerita. Kadang-kadang kegagalan adalah bagian dari proses menuju peluang yang lebih baik.

Banyak keberhasilan besar muncul setelah serangkaian percobaan yang gagal.

Yang membedakan bukan siapa yang gagal dan siapa yang tidak, tetapi siapa yang tetap bergerak setelah gagal.

6. Mereka Memiliki Optimisme yang Realistis

Orang yang menciptakan keberuntungan bukan berarti berpikir positif secara berlebihan.

Mereka tidak mengatakan:

“Semua pasti mudah.”

Mereka lebih berpikir:

“Ada kemungkinan berhasil, dan saya akan mencari cara untuk meningkatkannya.”

Optimisme realistis membantu seseorang tetap mencari solusi ketika menghadapi masalah.

Ketika seseorang yakin bahwa masih ada kemungkinan baik, otaknya lebih aktif mencari pilihan.

Sebaliknya, jika seseorang sudah yakin bahwa semuanya akan gagal, ia cenderung berhenti sebelum mencoba.

Pikiran dapat memengaruhi tindakan, dan tindakan memengaruhi peluang.

7. Mereka Menciptakan Banyak Kesempatan, Bukan Menunggu Kesempatan

Ini mungkin kebiasaan paling penting.

Orang yang merasa tidak beruntung sering menunggu sesuatu terjadi:

menunggu pekerjaan datang,
menunggu seseorang membantu,
menunggu waktu yang tepat.

Sedangkan orang yang menciptakan keberuntungan bertanya:

“Apa yang bisa saya lakukan agar peluang muncul?”

Mereka mengirim lebih banyak lamaran, berbicara dengan lebih banyak orang, mencoba lebih banyak ide, dan mengambil lebih banyak langkah kecil.

Semakin banyak tindakan yang dilakukan, semakin banyak kemungkinan hasil positif muncul.

Ini seperti melempar lebih banyak “benih”. Tidak semua akan tumbuh, tetapi tanpa menanam, tidak ada yang bisa dipanen.

Jadi, Apakah Keberuntungan Bisa Dilatih?

Menurut psikologi, keberuntungan memang memiliki unsur kebetulan. Tidak semua hal dapat dikendalikan.

Namun, seseorang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami hal-hal baik dengan membangun kebiasaan tertentu:

lebih terbuka,
lebih sadar terhadap peluang,
lebih berani bertindak,
lebih banyak membangun hubungan,
lebih mampu belajar dari kegagalan.

Orang yang terlihat beruntung sering kali bukan karena hidup mereka bebas masalah. Mereka hanya memiliki pola pikir dan kebiasaan yang membuat mereka lebih siap ketika kesempatan datang.

Pada akhirnya, keberuntungan bukan hanya sesuatu yang ditemukan.

Sering kali, keberuntungan adalah sesuatu yang diciptakan melalui cara kita melihat dunia dan bagaimana kita bergerak di dalamnya.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore