Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 16.50 WIB

7 Bentuk Stres yang Perlu Dihindari agar Tidak Meningkatkan Risiko Keguguran Dini Saat Hamil

Ilustrasi mengalami stres berat (Freepik) - Image

Ilustrasi mengalami stres berat (Freepik)

JawaPos.com – Stres berat dapat memengaruhi kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran dini sehingga penting untuk mengenali dan mengelolanya sejak awal.

Keguguran dini merupakan kondisi hilangnya kehamilan sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu.

Mengenali jenis stres tertentu penting agar tubuh tetap terlindungi selama masa kehamilan.

Berikut 7 bentuk stres yang perlu dihindari agar tidak meningkatkan risiko keguguran dini saat hamil dilansir dari laman Mayo Clinic, Kamis (28/8):

Baca Juga: 7 Cara Terbukti Membantu Cepat Hamil Berdasarkan Pola Ovulasi dan Gaya Hidup Sehari-hari

1. Tekanan Finansial Berkepanjangan

Masalah keuangan yang berlangsung lama bisa memicu stres kronis. Stres jenis ini menyebabkan lonjakan hormon kortisol yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin.

Ketidakpastian pemasukan, hutang menumpuk, atau pengeluaran darurat seringkali menjadi sumber utama tekanan ini. Menyiapkan dana darurat sejak program hamil dan menyusun anggaran bulanan secara disiplin dapat membantu meredakan beban ini.
 
Baca Juga: Pegawai Bank Swasta di Surabaya yang Tega KDRT Istri saat Hamil sudah Diamankan, Korban Tegas Tolak Mediasi Apalagi Kekeluargaan

2. Kesedihan Mendalam karena Duka

Kehilangan orang terdekat dapat memicu stres akut pada wanita hamil. Rasa kehilangan memicu ketegangan emosional tinggi yang berdampak pada fungsi tubuh.

Duka yang tidak tertangani dapat memperburuk kualitas tidur, nafsu makan, dan kestabilan emosi. Mengikuti konseling duka dan memperkuat jaringan dukungan sosial dapat mempercepat pemulihan mental.

3. Lingkungan Tempat Tinggal Tidak Aman

Tinggal di lingkungan penuh kekerasan, kebisingan ekstrem, atau kurang privasi menciptakan stres fisik dan mental. Kondisi seperti ini memicu kewaspadaan berlebih yang mengganggu istirahat dan menguras energi.

Lingkungan tidak nyaman juga meningkatkan risiko infeksi dan gangguan tidur selama kehamilan. Bila memungkinkan, pertimbangkan pindah sementara ke tempat yang lebih tenang dan aman, terutama saat trimester awal.

4. Konflik Rumah Tangga yang Intens

Pertengkaran dengan pasangan atau anggota keluarga bisa memicu tekanan emosional signifikan. Konflik terus-menerus meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan dalam tubuh.

Dampak jangka panjangnya dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko komplikasi. Melatih komunikasi sehat dan menetapkan batasan emosi dapat membantu menstabilkan situasi di rumah.

5. Tekanan Sosial dari Lingkungan Sekitar

Harapan tinggi dari keluarga atau lingkungan mengenai kehamilan dapat menimbulkan tekanan mental. Ucapan, nasihat, atau komentar yang tidak sensitif sering kali memperburuk perasaan cemas.

Kondisi ini bisa mengganggu rasa percaya diri wanita hamil dan menimbulkan beban emosional. Menjaga jarak dari pemicu tekanan dan fokus pada saran medis terpercaya dapat menjaga ketenangan pikiran.

6. Tuntutan Kerja yang Terlalu Berat

Jam kerja panjang, beban tugas berlebih, atau tekanan atasan meningkatkan kadar stres tubuh. Situasi ini menurunkan kemampuan tubuh dalam menjaga daya tahan dan hormon kehamilan.

Kelelahan fisik ditambah tekanan mental bisa memperburuk keseimbangan sistem tubuh. Mengatur waktu istirahat, menghindari lembur, dan berdiskusi dengan atasan tentang kondisi kehamilan sangat disarankan.

7. Kekhawatiran Berlebihan Tentang Kehamilan

Rasa cemas terus-menerus terhadap kondisi janin dapat memicu stres internal. Pikiran negatif dan ketakutan tidak berdasar mengacaukan sistem hormonal tubuh.

Persepsi berlebihan terhadap gejala ringan bisa memicu stres berkepanjangan. Membatasi pencarian informasi yang menakutkan dan mengikuti pemeriksaan rutin dapat memberi ketenangan.

Menjaga stabilitas emosional dan lingkungan sekitar membantu tubuh tetap kuat dan mendukung kehamilan tetap sehat.
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore