Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 13.27 WIB

Suka Nyanyi Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental dan Tubuh Menurut Penelitian

Ilustrasi bernyanyi yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental dan tubuh menurut studi. - Image

Ilustrasi bernyanyi yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental dan tubuh menurut studi.

JawaPos.com - Siapa di sini suka nyanyi di kamar mandi atau di kamar? Meski suaramu sering melengking atau sember saat menyanyikan lagu, ternyata bernyanyi punya manfaat baik untuk kesehatan mental dan tubuh.

Terdapat banyak studi yang membuktikan bernyanyi bantu meningkatkan fungsi tubuh dan pikiran. Bahkan beberapa dokter merekomendasikan pasiennya bernyanyi dalam proses pemulihan sejumlah kondisi kesehatan.

Lantas, apa saja manfaat bernyanyi untuk kesehatan?

Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Mental dan Tubuh

Dilansir Healthline, berikut manfaat bernyanyi yang sangat tidak disangka-sangka untuk kesehatan menyeluruh:

1. Menghilangkan Stres

Stres akan mereda pada orang yang bernyanyi secara berkelompok atau sendiri-sendiri., menurut studi 2015 yang diterbitkan Frontiers in Psychology Journal.

Peneliti mengukur kadar kortisol, hormon stres, dan air liur partisipan sebelum dan sesudah bernyanyi. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah kortisol lebih rendah setelah menyanyikan lagu, yang mengindikasikan seseorang lebih rileks.

Efek kortisol ini hanya turun jika kamu bernyanyi dalam keadaan tenang. Beda halnya jika bernyanyi dalam sebuah kompetisi. Dalam penelitian 2015 lainnya. kortisol saliva justru meningkat.

Baca Juga: Anak Muda Kini Ogah Kerja Lembur, Tanda Malas atau Generasi Lebih Melek Kesehatan Mental?

2. Pelipur Lara

Bernyanyi dapat menurunkan kesedihan pada mereka yang kehilangan orang yang dicintai.

Penelitian 2019 yang dipublikasi BMJ Evidence-Based Medicine Journal menemukan gejala depresi menurun dan kesejahteraan tetap stabil pada orang-orang yang mengalami masa duka setelah mereka bernyanyi dalam paduan suara.

Selain itu, rasa harga diri mereka meningkat secara bertahap hingga hingga 12 minggu studi selesai.

3. Menaikkan Suasana Hati

Suasana hati, kesehatan mental, rasa bahagia dan memiliki meningkat berkat menyanyikan lagu.

Studi 2018 dalam BMJ Evidence-Based Medicine Journal mengevaluasi 20 orang dengan gangguan mental dan melaporkan adanya peningkatan dalam kesehatannya.

4. Lebih Toleran terhadap Rasa Nyeri

Menyanyi bersama-sama memicu pelepasan endorfin dalam tubuh. Hormon ini bantu meningkatkan perasaan positif dan mengubah persepsi pada rasa sakit.

Menurut studi 2012 dalam Evolutionary Psychology, pelepasan hormon toleran pada nyeri ini tidak hanya dapat dilakukan dengan bernyanyi tetapi juga memainkan alat musik dan menari.

Peneliti mencatat perasaan keterhubungan sosial tampaknya juga berperan dalam menaikkan toleransi terhadap nyeri.

5. Menaikkan Imun Tubuh

Imun bantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Menariknya, sistem kekebalan tubuh ini bisa ditingkatkan dengan menyanyikan lagu.

Dalam Journal of Behavioral Medicine, penelitian 2004 membandingkan efek bernyanyi dan mendengarkan musik dengan subjek studi terpisah. Dilaporkan kadar imunoglobulin A, antibodi yang dikeluarkan tubuh untuk melawan infeksi, lebih tinggi pada mereka yang bernyanyi.

Sistem kekebalan tubuh tidak terpengaruh pada peserta yang mendengarkan musik, hanya hormon stres mereka yang berkurang.

6. Meningkatkan Daya Ingat

Menyanyi dapat menaikkan daya ingat pasien Alzheimer dan jenis demensia lainnya. Mereka lebih mudah mengingat lirik lagu dibanding kata-kata lain, menurut studi 2002 dalam Dementia Journal.

Tak hanya itu, beberapa pasien kembali mengingat kenangan hidup yang pernah terlupakan secara tiba-tiba setelah menyanyi lagu familiar.

Para peneliti juga menyebut banyak orang teringat lagi akan detail kehidupan mereka setelah menyanyikan lagu yang kerap dinyanyikan pada masa muda.

7. Mengurangi Dengkuran saat Tidur

Cara bernapas akan berubah apabila secara teratur bernyanyi. Hasil penelitian 2008 yang diterbitkan Sleep and Breathing Journal menemukan jumlah anggota paduan suara yang mendengkur jauh lebih sedikit dibanding mereka yang tidak bernyanyi.

Studi lain menunjukkan orang yang bermain alat musik tiup juga lebih sedikit mendengkur daripada populasi umum.

Temuan ini membuat beberapa ahli menyarankan pengidap apnea tidur obstruktif (OSA) untuk bernyanyi dan memainkan alat musik tiup karena dinilai berpotensi menyembuhkan.

8. Menaikkan Fungsi Paru-paru

Karena melibatkan pernapasan dan penggunaan otot pada sistem tersebut, menyanyi bermanfaat untuk kondisi paru-paru dan pernapasan tertentu.

Penelitian menunjukkan teknik pernapasan yang digunakan saat bernyanyi bisa bermanfaat untuk kondisi asma, gangguan paru obstruktif kronik (PPOK), fibrosis kistik, hingga sklerosis ganda. Bernyanyi tidak menyembuhkan sejumlah kondisi ini dan hanya menguatkan otot pernapasan.

Menurut studi 2022 dalam Journal of Voice, kadar oksigen dalam darah juga meningkat dengan bernyanyi.

9. Meningkatkan Kemampuan Bicara

Kemampuan berbicara pada orang autis, kondisi gagap, hingga pasien penyakit Parkinson dapat meningkat berkat menyanyi, menurut studi 2005 yang dipublikasi Music Perception Journal.

Bernyanyi merangsang beberapa area otak secara bersamaan. Hal ini membuat pasien dengan gangguan di satu bagian otak menggunakan area otak lain untuk berkomunikasi.

Pengucapan kata-kata juga menjadi lebih mudah karena umumnya bunyi setiap kata menjadi lebih panjang saat dinyanyikan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore