Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 14.35 WIB

Anak Muda Kini Ogah Kerja Lembur, Tanda Malas atau Generasi Lebih Melek Kesehatan Mental?

Ilustrasi karyawan sedang ketiduran akibat lelah bekerja. (Freepik)

JawaPos.com – Pernahkah kamu melihat rekan kerja datang tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai job description, tapi tak pernah mau lembur atau ambil inisiatif ekstra?

Inilah yang disebut quiet quitting, sebuah fenomena yang bikin bos gelisah tapi diamini banyak pekerja muda.

Bukan sekadar tren viral di TikTok, tapi juga tanda pergeseran besar cara seseorang memandang pekerjaan.

Pertanyaannya, apakah ini bentuk kemalasan terselubung atau justru strategi cerdas untuk bertahan di tengah budaya ‘hustle’ yang melelahkan? Mari kita bedah!

Apa itu Quiet Quitting?

Menurut Investopedia, ‘quiet quitting’ adalah kondisi di mana karyawan hanya memenuhi tugas minimal tanpa ingin kerja lembur dan mengambil peran ekstra meski tetap datang bekerja dan mendapat gaji.

Wujudnya bukan pengunduran diri nyata, tapi disengagement atau ketidakterlibatan terang-terangan di balik senyuman formal kantor.

Sementara Paychex menggambarkannya sebagai disengagement yang lama dan berpotensi berujung pada resign.

Disengagement ini sering dipicu rasa tidak dihargai, jenuh, atau ketiadaan peluang berkembang.

Kenapa Fenomena Ini Muncul Sekarang?

Dilansir dari situs World Economic Forum, budaya hustle vs burnout di media sosial, terutama TikTok, membantu mempopulerkan istilah ini di kalangan generasi muda yang makin menolak ide bahwa kerja keras nonstop adalah identitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore