Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15.38 WIB

Pola Tidur Berantakan Bisa Ganggu Stabilitas Emosional, Begini Hubungan Tidur dengan Kesehatan Mental

Pola tidur yang teratur terbukti berpengaruh besar terhadap kestabilan emosi dan kesehatan mental seseorang

JawaPos.com – Pernah merasa gampang kesal hanya karena tidurmu kurang semalam? Atau justru merasa lebih tenang dan produktif setelah berhasil tidur cukup?

Fenomena ini bukan sekadar sugesti. Sejumlah penelitian medis dan psikologis menunjukkan bahwa pola tidur punya kaitan erat dengan stabilitas emosional seseorang.

Menurut jurnal penelitian di Candra Jiwa Psikologi UNS, tidur bukan hanya kebutuhan biologis, tetapi juga fungsi penting bagi kesehatan mental.

Tidur yang tidak berkualitas dapat memicu perubahan suasana hati, meningkatkan risiko stres, hingga membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan kecemasan maupun depresi.

Bagaimana Pola Tidur Mempengaruhi Emosi?

Penelitian dari YARSI Medical Journal menjelaskan bahwa tidur berperan besar dalam proses regulasi emosi. Saat tidur, otak memproses pengalaman harian dan membantu menyeimbangkan hormon stres, seperti kortisol. Jika pola tidur terganggu, mekanisme ini tidak berjalan optimal, sehingga seseorang lebih mudah marah, cemas, atau bahkan menangis tanpa sebab jelas.

Hal serupa juga dipaparkan dalam artikel News Medical, bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam cenderung mengalami perubahan suasana hati drastis. Mereka lebih sulit mengendalikan emosi negatif dibanding orang dengan kualitas tidur baik. Dengan kata lain, tidur cukup adalah pondasi untuk memiliki kontrol diri yang lebih stabil.

Dampak Kurang Tidur pada Kesehatan Mental

Sebuah studi yang dimuat dalam PMC (PubMed Central) mengungkap bahwa kurang tidur kronis bisa menyebabkan ketidakseimbangan neurotransmitter di otak. Kondisi ini berhubungan langsung dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan kecemasan.

Selain itu, penelitian di BMC Public Health (2024) menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara insomnia dengan perasaan putus asa, mudah tersinggung, dan rendahnya kualitas hidup. Bahkan, pada mahasiswa yang sering begadang, ditemukan gejala kelelahan emosional lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki pola tidur teratur.

Siapa yang Paling Rentan?

Tidak semua orang terdampak dengan cara sama. Menurut studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta, kelompok usia remaja dan dewasa muda lebih rentan mengalami gangguan emosional akibat pola tidur yang buruk. Hal ini disebabkan tingginya tekanan akademik, sosial, hingga kebiasaan begadang karena penggunaan gadget.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore