Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 04.34 WIB

Anda Ingin Merasa Lebih Dihargai dan Diapresiasi oleh Orang Lain? Sebaiknya Segera Tinggalkan 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang selalu dihargai dan diapresiasi oleh orang lain (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang selalu dihargai dan diapresiasi oleh orang lain (freepik)

JawaPos.com - Merasa dihargai dan diapresiasi oleh orang lain adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup. Hal ini memperkuat hubungan kita, meningkatkan kepercayaan diri kita, dan memberi kita rasa tujuan dan keterhubungan.

Namun terkadang, perilaku yang kita pikir melindungi kita atau membantu kita menonjol, sebenarnya bisa menjauhkan orang lain. Kabar baiknya? Anda dapat mengubahnya dengan melepaskan kebiasaan dan pola pikir tertentu.

Anda dapat memberi ruang bagi hubungan yang lebih dalam dan lebih bermakna, dan mengundang lebih banyak penghargaan dan rasa hormat ke dalam hidup Anda.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Kamis (23/1), berikut tujuh perilaku yang harus ditinggalkan jika Anda ingin merasa lebih dihargai dan diapresiasi oleh orang-orang di sekitar Anda.

1. Bermain sebagai korban atau playing victim

Mentalitas korban adalah mekanisme pertahanan yang memungkinkan kita menghindari tanggung jawab atas tindakan dan keadaan kita. Namun, bila kita terus-menerus menggambarkan diri sebagai korban, kita melemahkan nilai dan kekuatan kita.

Orang lain pun melihatnya, dan itu bisa membuat mereka enggan menghargai kita karena mereka melihat kita sebagai orang yang tidak berdaya. Melepaskan pola pikir korban adalah langkah pertama untuk merasa lebih dihargai dan diapresiasi oleh orang lain.

2. Merendahkan diri secara terus menerus

Jika Anda punya kebiasaan merendahkan diri, sekarang waktunya mengucapkan selamat tinggal padanya. Ini bukan tentang membesarkan egomu, ini tentang menghargai dirimu sendiri dan membiarkan orang lain melakukan hal yang sama.

3. Mengabaikan perawatan diri

Para ahli menyoroti bahwa mengabaikan perawatan diri berkaitan dengan sejumlah hasil negatif, kesabaran yang lebih rendah, perasaan putus asa, dan bahkan berkurangnya motivasi untuk terlibat dalam aktivitas sosial.

Bila kita mengabaikan kebutuhan kita sendiri, akan semakin sulit untuk menumbuhkan energi, kepositifan, dan kehadiran yang menarik penghargaan dari orang-orang di sekitar kita. Perawatan diri tidak harus berarti pergi ke spa yang mahal.

Perawatan diri mencakup hal-hal mendasar, seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, meluangkan waktu untuk mengisi ulang tenaga, dan menetapkan batasan. Semakin baik Anda merawat diri sendiri, semakin orang lain akan menghargai dan menghormati Anda.

4. Mencari validasi yang konstan

Wajar jika kita ingin mendapatkan konfirmasi bahwa kita melakukan pekerjaan dengan baik atau bahwa usaha kita diakui. Namun, bila kita terus-menerus mencari validasi dari orang lain, hal itu dapat membuat kita tampak tidak aman dan bergantung.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore