Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 20.15 WIB

9 Perilaku Orang yang Selalu Merasa Harus Membuktikan Diri, Menurut Psikologi

Ilustrasi- Orang narsis yang bersembunyi di balik kebaikan. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Orang narsis yang bersembunyi di balik kebaikan. (Freepik)

JawaPos.com - Sebagai manusia, kita menginginkan pengakuan, penghargaan, dan rasa dihargai. Namun, ada orang-orang yang terjebak dalam dorongan tak henti untuk terus membuktikan diri. 

Mereka sering menunjukkan perilaku yang unik dan kadang berlebihan dalam mencari validasi, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Dikutip dari Business Bonfire, berikut ini adalah sembilan perilaku yang sering muncul pada orang-orang yang merasa harus terus membuktikan diri, berdasarkan pandangan psikologi.
 
1. Terus-Menerus Mencari Validasi
 
Mencari validasi adalah hal yang wajar, tetapi mereka yang selalu ingin membuktikan diri sering melakukannya secara berlebihan.
 
 
Mereka mungkin terus meminta pendapat orang lain tentang pekerjaan mereka atau mencari pengakuan, meskipun sebenarnya sudah cukup banyak mendapatkan pujian.
 
Kebutuhan ini sering kali berasal dari rasa tidak percaya diri yang mendalam atau ketakutan akan dianggap tidak kompeten.
 
2. Promosi Diri Berlebihan
 
Bercerita tentang pencapaian adalah hal normal, tetapi bagi mereka yang berusaha membuktikan diri, ini bisa menjadi terlalu dominan. Mereka kerap mengarahkan percakapan ke arah prestasi pribadi atau kemampuan mereka, bahkan terkadang melebihi orang lain.
 
3. Meremehkan Pencapaian Sendiri
 
Anehnya, mereka yang ingin membuktikan diri sering meremehkan prestasi mereka sendiri.  Mereka mungkin mengatakan bahwa kesuksesan mereka hanya karena keberuntungan atau menyebutkan bahwa pencapaiannya tidak seberapa.
 
Hal ini biasanya disebabkan oleh rasa takut dianggap sombong atau ketidakmampuan untuk menerima penghargaan secara tulus.
 
4. Perfeksionisme yang Berlebihan
 
Mengejar kesempurnaan adalah tantangan berat yang sering dihadapi mereka. Mereka cenderung menghabiskan waktu dan energi untuk menyempurnakan detail kecil dan merasa sangat terpukul jika gagal mencapai ekspektasi. Tekanan ini sering kali menyebabkan kecemasan, stres, dan bahkan depresi.
 
5. Selalu Ingin Menolong Orang Lain
 
Mereka yang merasa perlu membuktikan diri sering kali menjadi orang pertama yang menawarkan bantuan. Walau terlihat mulia, keinginan ini sering berasal dari kebutuhan mendalam untuk merasa dibutuhkan. Namun, terlalu banyak memberi tanpa batasan bisa membuat mereka merasa lelah dan kehilangan keseimbangan hidup.
 
6. Membandingkan Diri dengan Orang Lain
 
Orang-orang ini sering kali terjebak dalam membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain, terutama di era media sosial. Mereka menggunakan kesuksesan orang lain sebagai tolok ukur, yang sering kali memicu perasaan tidak cukup baik.
 
7. Selalu Menjadi Pusat Perhatian di Acara Sosial
 
Di acara sosial, mereka sering menjadi pusat perhatian—entah dengan memimpin percakapan atau menunjukkan sisi karismatik mereka. Di balik itu, sering kali tersimpan keinginan untuk diakui dan dihargai oleh orang lain.
 
8. Pekerja Keras Tanpa Henti
 
Mereka mungkin terlihat sangat berdedikasi dalam pekerjaan, tetapi dorongan ini sering kali mengarah pada kecanduan kerja. Mereka cenderung mengorbankan waktu istirahat, kesehatan, bahkan hubungan pribadi demi memenuhi ambisi profesional.
 
9. Sulit Menerima Diri Sendiri
 
Inti dari semua perilaku ini adalah kesulitan menerima diri apa adanya. Mereka sering menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri dan merasa tidak nyaman dengan kekurangan yang dimiliki.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore