
Perilaku pria produktif di kantor tapi malas di rumah menurut psikologi
JawaPos.com – Beberapa pria tampak sangat produktif dan berdedikasi di tempat kerja kantor mereka, tetapi ketika di rumah, mereka justru memperlihatkan perilaku yang jauh berbeda seperti menjadi malas.
Menurut psikologi, pola ini sering kali dipengaruhi oleh perbedaan persepsi tanggung jawab, motivasi, atau bahkan kelelahan mental. Meskipun terlihat kontras, perilaku ini dapat mencerminkan dinamika emosional yang kompleks antara kehidupan profesional dan pribadi.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (12/1), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri perilaku pria yang produktif di kantor tapi justru menjadi sangat malas di rumah menurut Psikologi.
1. Pemisahan mental antara kantor dan rumah
Pria yang sangat produktif di kantor namun berubah menjadi pemalas di rumah seringkali memiliki mekanisme psikologis yang disebut kompartementalisasi. Mereka menciptakan ‘kotak’ mental yang berbeda untuk kehidupan kantor dan rumah, dimana motivasi dan fokus hanya aktif saat berada di ‘kotak’ pekerjaan.
Begitu melangkah keluar dari zona kerja dan memasuki wilayah rumah, seolah ada tombol yang mematikan semua dorongan untuk menjadi produktif. Fenomena pemisahan mental ini membantu mereka unggul dalam pekerjaan tanpa terganggu masalah rumah tangga, meski konsekuensinya adalah terabaikannya tugas-tugas domestik.
2. Kelelahan setelah bekerja seharian
Menghabiskan energi secara maksimal di kantor membuat banyak pria kehilangan tenaga saat tiba di rumah. Sepulang kerja, yang ada di pikiran mereka hanyalah istirahat total tanpa mau diganggu aktivitas apapun yang membutuhkan usaha tambahan.
Tubuh dan pikiran yang sudah terkuras di kantor menuntut waktu pemulihan segera begitu sampai rumah. Hal ini menyebabkan mereka cenderung mengabaikan berbagai pekerjaan rumah tangga yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
3. Prioritas kerja di atas rumah
Banyak pria memandang pekerjaan kantor jauh lebih penting dibanding urusan rumah tangga. Bahkan ketika berada di rumah, pikiran mereka masih sibuk dengan berbagai urusan kantor yang belum terselesaikan.
Fokus yang terlalu berat ke pekerjaan membuat mereka terkesan tidak peduli dengan tugas-tugas rumah tangga. Prioritas yang tidak seimbang ini seringkali menimbulkan masalah dalam dinamika kehidupan rumah tangga.
4. Definisi relaksasi yang berbeda
Beberapa pria menganggap bersantai di sofa sambil menonton TV atau bermain game sebagai cara terbaik melepas lelah. Kegiatan yang terlihat seperti bermalas-malasan ini dianggap penting untuk mengisi ulang energi agar bisa produktif kembali keesokan harinya.
Mereka berargumen bahwa waktu istirahat dengan cara mereka sendiri ini justru membantu mempertahankan performa optimal di kantor. Meski demikian, perbedaan persepsi tentang relaksasi ini sering menimbulkan ketegangan dalam rumah tangga.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
