Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 15.59 WIB

Orang yang Terlihat Tenang Saat Berada dalam Mode Bertahan Hidup, Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini

Ilustrasi Perempuan dengan Sifat Tenang (Freepik) - Image

Ilustrasi Perempuan dengan Sifat Tenang (Freepik)

JawaPos.com - Setelah banyaknya ujian dan masalah yang menerpa kehidupan ini, pada akhirnya kita butuh tenang untuk menghadapinya. Tapi ilmu ini sangat jarang dimiliki setiap orang karena sejatinya manusia selalu merasa cemas dan khawatir.

Dikutip dari laman Kampus Psikologi, regulasi emosi memainkan peranan penting untuk mendapatkan rasa tenang dalam jiwa. Sebagaimana bahwa segala peristiwa hidup itu tidak semua berjalan sesuai harapan.

Maka orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika menanggapi sebuah masalah, akan terlihat tenang dan tidak panik. Sehingga mampu berpikir jernih untuk mencari jalan keluar dari masalah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo, Libra Hari Ini 8 Januari 2025: Karir, Percintaan, Kesehatan dan Keuangan

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada (07/01) orang yang terlihat tenang saat mencoba untuk bertahan hidup, biasanya menunjukkan 8 perilaku ini :

1. Selalu siap

Orang yang berada dalam mode bertahan hidup di balik penampilan luarnya yang tenang sering kali memiliki kebiasaan siap menghadapi skenario apapun.

Bukannya mereka mengharapkan kemungkinan terburuk, tapi harus bersiap menghadapinya. Kesiapan ini sering kali diwujudkan dengan mengatur segala sesuatunya dan berada pada tempatnya, baik di tempat kerja maupun di rumah.

Orang-orang seperti ini jarang terlihat lengah atau bingung, bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, karena mereka sudah memikirkan kemungkinan hasil dan mempunyai rencana permainan.

Baca Juga: Ayahanda Baim Wong Meninggal Dunia

2. Ahli menyembunyikan stres

Perlu dicatat bahwa kemampuan untuk menutupi stres adalah pedang bermata dua. Meskipun bermanfaat dalam menjaga ketenangan di luar, hal ini juga dapat menyebabkan stres terpendam, hingga pada akhirnya akan mengganggu kesehatan pribadi.

3. Melatih mindfulness

Mindfulness, sebuah teknik yang berakar pada meditasi Budha, telah terbukti secara ilmiah membantu mengelola stres dan kecemasan. Ini melibatkan membawa perhatian seseorang pada momen saat ini, dan banyak orang yang tampak tenang saat mencoba bertahan hidup.

Orang-orang ini sering meluangkan waktu dalam sehari untuk duduk dengan tenang dan merenung, memusatkan perhatian pada pernapasan atau pengalaman sensorik mereka. Praktik ini dapat memusatkan diri di tengah kisruhnya tantangan hidup.

Baca Juga: Jadwal Liga Voli Korea 2024-25 Hari Ini 7 Januari: GS Caltex vs Pink Spiders, Red Spark Masih Libur

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa meditasi mindfulness dapat mengurangi gejala stres dan kecemasan pada masyarakat umum.

4. Memprioritaskan perawatan diri

Orang yang terlihat tenang saat mencoba bertahan hidup cenderung memprioritaskan perawatan diri. Mereka memahami pentingnya menjaga kesejahteraan fisik, emosional, dan mental, bahkan ketika dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan.

Orang-orang ini mungkin memiliki rutinitas olahraga teratur, diet seimbang, dan memastikan mereka cukup tidur. Mereka mungkin meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang membuat senang atau menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tercinta.

Fokus pada perawatan diri ini bukan hanya tentang menjaga penampilan. Hal ini tentang menjaga energi dan memastikan bahwa mereka memiliki ketahanan untuk menghadapi apapun yang terjadi.

5. Bersandar pada support system

Mereka sering kali memiliki lingkaran teman atau keluarga tepercaya yang menjadi sandaran selama masa-masa sulit. Orang-orang ini memahami nilai koneksi dan dukungan emosional.

Bisa berupa panggilan telepon larut malam ke sahabat, obrolan yang menenangkan dengan anggota keluarga, atau bahkan mencari bantuan profesional seperti terapis.
Interaksi ini memberi mereka kekuatan untuk menghadapi perjuangan mereka dan terus menunjukkan sikap tenang kepada dunia.

6. Menetapkan batasan

Orang yang terlihat tenang saat berada dalam mode bertahan hidup juga sering melakukan hal ini. Mereka memahami bahwa tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang dan penting untuk melindungi waktu dan energi. Kemampuan untuk menetapkan batasan membantunya mengelola tingkat stres dan menjaga sikap tenang.

Ingat, tidak masalah jika kamu menetapkan batasan dan memprioritaskan kebutuhan pribadi. Ini bukan tentang menjadi egois, melainkan tentang pelestarian diri.

7. Mengambil segala sesuatunya selangkah demi selangkah

Hidup sering kali terasa seperti tindakan juggling, terutama bagi mereka yang dengan tenang menjalani mode bertahan hidup. Salah satu strategi utama yang diterapkan oleh orang-orang ini adalah mengambil langkah selangkah demi selangkah.

Daripada kewalahan dengan gambaran besarnya, mereka fokus pada tugas yang ada. Mereka memecah tantangan menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola dan mengatasinya satu per satu.

8. Menunjukkan kebaikan pada diri sendiri

Di atas segalanya, orang-orang yang terlihat tenang di saat berada dalam mode bertahan hidup sering kali baik terhadap diri sendiri. Mereka tidak menyalahkan dirinya atas segala kesulitan hidup ini.

Rasa kasihan pada diri sendiri ini membantu mereka mengelola pertempuran internal dan menjaga ketenangan luar. Hal ini mengingatkan bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja, serta setiap tantangan adalah peluang untuk berkembang dan belajar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore